Atlet Indonesia Bangkit Diganti
Jakarta, Kompas - Beberapa atlet program Indonesia Bangkit terpaksa diganti karena tidak memperlihatkan prestasi bagus di Pekan Olahraga Nasional XVI baru lalu di Palembang, atau karena ada atlet di luar program IB yang lebih baik. Namun, secara umum kemajuan atlet lain dinilai bagus.
Demikian hasil evaluasi bersama KONI Pusat dengan pengurus tujuh cabang olahraga tak terukur anggota program Indonesia Bangkit (IB), Kamis (23/9). Menurut pimpinan Proyek Program IB Djoko Pramono, ada cabang yang 40 persen atletnya harus diganti. "Akan tetapi, bukan karena atlet tidak ada kemajuan, melainkan sebab ada yang lebih siap," katanya.
Djoko menjelaskan, dari cabang voli pantai, Ninik Nuraida diganti Devota. Alasannya, Ninik tidak memperlihatkan kemajuan, dan Devota bisa dipasangkan dengan Timmy. Sementara di cabang layar, tiga atlet diganti. Ketiganya atlet selancar I Wayan Wiranata, Joko Sulistio, dan Jumedi Juliman.
Khusus di cabang layar, penggantinya tidak diambil atlet jenis yang sama (selancar), tetapi diganti dengan atlet layar dari nomor laser. "Siapa atlet laser pengganti ketiga atlet selancar sedang dipertimbangkan oleh PB Porlasi (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia), dengan melihat hasil PON XVI lalu," kata Djoko.
Dari cabang karate yang tiga atletnya dicabut KONI DKI Jakarta dari program IB sebelum PON XVI, masih dirapatkan hari ini. Tentang taekwondo, Djoko membenarkan, 40 persen atlet diganti. "Penggantinya yang dilihat lebih baik dari yang sudah ada di program Indonesia Bangkit," katanya.
Sementara atlet catur, tenis, dan bulu tangkis tetap. "Untuk bulu tangkis terjadi penambahan, Natalia. Sementara atlet tenis yang semuanya yunior tidak diganti karena jika diganti pun dengan senior, juga tidak punya prospek merebut emas," ujar Djoko.
KONI mempersiapkan 85 atlet di 11 cabang yang mempunyai prospek merebut emas di Asian Games 2006. Setelah mengevaluasi di ketujuh cabang tak terukur itu, hari ini evaluasi di lanjutkan dengan empat cabang terukur, yaitu atletik, panahan, angkat besi, dan balap sepeda. (MUS)