Cari Pekerja!KCM Webstore
KOMPAS Online
 
Koran Daerah
KCM Pindah
English Nederlands
>Rabu, 12 September 2001

Target Karate Tidak Tercapai

Kuala Lumpur, Kompas - Tim karate Indonesia harus menerima kenyataan hanya mendulang dua medali emas di pertarungan terakhir mereka. Dari pertandingan yang digelar di Hall Serba Guna Uniten, Kajang (Selangor), kedua emas Indonesia diperoleh dari prestasi karateka putra Sonny Simangasing dan di kumite beregu putra.

Sonny yang berlaga di final kelas -70 kg berhasil mengalahkan Junel Perania dari Filipina. Medali perunggu masing-masing diraih Lee Yung Siang dari Singapura, dan Muniandy Al Rajoo dari Malaysia.

Sedangkan satu emas lainnya diraih Indonesia di nomor kumite beregu yang mengalahkan Vietnam di final. Putra Singapura dan Malaysia masing-masing merebut medali perunggu. Tim kumite putra Indonesia terdiri dari Arief Taufan, Hasan Basri, Isfan Tanjung, Novilus Joku, Umar Syarif, Robert Karlie, dan Sonny.

Selain dua emas, juga berhasil direbut dua medali perak dari kumite beregu putri yang menampilkan Sandra Aryani, Jenny Janeth, Meity Kaseger, dan Shinta Gani. Satu perak lainnya diraih Robert Carly yang dikalahkan di final kumite perseorangan putra oleh karateka Vietnam, Vu Quoc Huy. Medali perunggu di kelas itu masing-masing diraih Kong Tai Moon dari Malaysia, dan One Ko Ko Oo dari Myanmar.

Dengan demikian tim karateka Indonesia secara keseluruhan merebut empat medali emas, enam perak dan delapan perunggu. Padahal, target semula adalah lima medali emas.

"Kita memang kehilangan satu medali emas," kata Manajer Tim Tono Soeoed. Namun, menurut dia, perolehan empat medali emas dan sejumlah medali perak dan perunggu harus disyukuri. "Pendapatan sebanyak itu juga harus disyukuri," katanya.

Menurut dia, sepulangnya ke Tanah Air, akan dilakukan evaluasi menyeluruh. "Semuanya untuk perbaikan, baik ke dalam dan ke luar," tambahnya. Mengenai kemungkinan juri memberikan banyak keuntungan kepada tuan rumah, Tono menjawab, itu mungkin. Namun, ditambahkannya kesemuanya tergantung dari atlet di lapangan.

"Kalau mereka sudah siap, tentunya tidak akan waswas sekalipun siapa yang menjadi wasit," tambah mantan karateka nasional ini. (ir)


Berita or lainnya :


Ramalan Bintang
KOMPAS Online
© C o p y r i g h t   1 9 9 8   Harian Kompas