Rubrik
Finansial
Berita Utama
International
Metropolitan
Naper
Nusantara
Bisnis & Investasi
Opini
Olahraga
Jawa Barat
Politik & Hukum
Humaniora
Berita Yang lalu
Otomotif
Perbankan
Otonomi
Audio Visual
Rumah
Teknologi Informasi
Dana Kemanusiaan
Pustakaloka
Furnitur
Agroindustri
Musik
Muda
Swara
Makanan dan Minuman
Fokus
Pengiriman & Transportasi
Ekonomi Rakyat
Esai Foto
Wisata
Properti
Interior
Bentara
Telekomunikasi
Teropong
Jendela
Didaktika
Kesehatan
Pixel
Investasi & Perbankan
Pendidikan Dalam Negeri
Pendidikan Luar Negeri
Bahari
Pendidikan
Ekonomi Internasional
Ilmu Pengetahuan
Sorotan
Bingkai
Pergelaran
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

 

 

Olahraga
Rabu, 07 Juli 2004

Forki Belum Ganti Atlet IB Sampai PON

Jakarta, Kompas - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) belum akan mengganti tiga atlet karate DKI Jakarta yang keluar dari program Indonesia Bangkit (IB) sampai Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Palembang berakhir.

"Formasi atlet karate Indonesia Bangkit yang sekarang masih tetap dipertahankan. Biarlah atlet karate DKI itu keluar, tidak apa-apa," ujar pelatih kepala karate IB, Ahmad Budu, yang dihubungi di Jakarta, Selasa (6/7).

Seperti diberitakan, tiga atlet DKI-Jenny Zeannet, Telly Melinda, dan Puspa Meonk-ditarik oleh KONI DKI dari IB. Alasan penarikan adalah untuk kebersamaan menjelang PON XVI Palembang.

Menurut Ahmad Budu yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki, kalaupun atlet DKI tetap berprestasi di PON Palembang, sangat berat buat PB Forki untuk memasukkan nama-nama mereka di program IB kembali. Besar kemungkinan, Forki akan memanggil atlet-atlet potensial lain di PON sebagai pengganti.

Budu yang biasa ceria, kali ini tampak sedikit kurang bersemangat membicarakan tiga atlet DKI. Budu, misalnya, tidak mau mengungkapkan kekecewaannya. Namun, ketika diajukan pertanyaan sedikit menjurus, dia hanya menjawab singkat.

Apakah dengan penarikan tiga atlet itu Anda menganggap KONI DKI lebih mementingkan atletnya untuk membela nama daerah, demi PON, daripada membela nama negara?

"Ya," ujar Budu.

Secara terpisah, sumber Kompas mengungkapkan, sebelum ditarik dari IB, ketiga atlet dimaksud sempat dipertanyakan pilihannya. Saat itu ketiganya menyatakan tetap memilih IB. Akan tetapi, belakangan, ketika DKI memanggil atlet karatenya, tidak satu pun atlet tersebut yang menetap di IB.

Jenny Zeannet, salah seorang atlet yang ditarik dari program IB, mengatakan tidak dapat berbuat banyak menyangkut persoalan mereka. Mereka sebagai atlet hanya bisa menuruti keputusan pengurus.

"Kami hanya mengikuti. Masalah itu masalah pengurus. Kami sebagai atlet hanya menunjukkan prestasi," ujar Jenny, peraih medali emas SEA Games 2003 dan Kejuaraan Asia (AKF) 2004.

Jenny mengungkapkan, sewaktu diberi kesempatan memilih, mereka sempat berkonsultasi dengan DKI. Kala itu DKI setuju agar seluruh atlet tetap bertahan di IB.

"Saya juga tidak tahu mengapa belakangan KONI DKI menarik kami dari IB. Saya tidak tau apa pasalnya. Namun, dari perbincangan dengan pengurus KONI DKI, mereka sudah menyampaikan alasannya dan mereka siap untuk mempertanggungjawabkan keputusannya itu," ujar Jenny.

Tentang kabar bahwa mereka tidak akan diikutkan kembali di IB atau kejuaraan internasional lainnya, Jenny langsung terkejut. Menurut dia, PB Forki hendaknya meninjau ulang rencana keputusan tersebut.

"Mengapa harus begitu. Kami pernah berprestasi. Janganlah kami di-blacklist atau diskorsing. Jangan kami disalahkan bila ada persoalan di antara pengurus," ujar Jenny. (SAH)

Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Kasimdzhanov Susul Adams ke Final

·

Nazon Juara, McEwen Rebut Jaket Kuning

·

Indonesia Bisa Mengimbangi Slovenia

·

Forki Belum Ganti Atlet IB Sampai PON

·

FIA Tak Mengubah Sistem Peraturan Kualifikasi di Silverstone

·

Dayung Usahakan "Wild Card" Olimpiade

·

Brasil Turunkan Lapisan Kedua di Copa America

·

Phelps Incar Tujuh Emas

·

Deco Akan Bergabung dengan Barcelona

·

Mahaputri Britama Target Sapu Bersih

·

Kejurnas Tenis Yunior

·

Presiden Yunani Turun Tangan tentang Status Otto Rehhagel

·

VARIA OLAHRAGA



 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS