Cari Pekerja!KCM Webstore
KOMPAS Online
 
Koran Daerah
KCM Pindah
English Nederlands
>Jumat, 6 Juli 2001

Pelatnas Karate Targetkan Lima Emas

Jakarta, Kompas

Pimpinan proyek pelatnas karate untuk SEA Games XXI, Rochjantono Soe'oed memperkirakan hanya lima medali emas yang bisa direbut di SEA Games XXI yang berlangsung di Kuala Lumpur September mendatang. Perhitungan lima medali itu berdasarkan pengamatan terhadap latihan dan munculnya peraturan-peraturan baru dalam pertandingan yang bisa menghambat prestasi.

"Buat atlet yang banyak menggunakan kaki, angkanya bisa lebih banyak. Dulu nilai masuk dari kaki cuma dua sekarang tiga. Peraturan ini tampaknya menguntungkan bagi para atlet Eropa," kata Rochjantono saat mengantar tim karate menghadap Ketua Umum KONI Pusat, hari Kamis (5/7).

Selain peraturan baru, Rochjantono juga mengemukakan, beberapa kendala yang bisa mempengaruhi prestasi. Di antaranya, faktor tuan rumah Malaysia yang bisa cari keuntungan melalui penjurian. Kejadian ini tentunya menjadikan Malaysia batu sandungan yang besar bagi perolehan pengumpulan medali oleh karateka Indonesia.

SEA Games mendatang merupakan ajang pertama Asia tempat digunakannya aturan baru pertandingan karate. Dalam peraturan baru tersebut, tendangan yang masuk akan memperoleh nilai lebih tinggi dari peraturan sebelumnya.

Karateka Malaysia untuk pertama kalinya berhasil melampaui perolehan medali Indonesia di SEA Games tahun 1999 lalu di Brunei. Saat itu Indonesia dan Malaysia sama-sama memperoleh tujuh emas tetapi Malaysia lebih banyak memperoleh perak.

Perjuangan berat

"Perjuangan akan berat. Tidak akurat bila saya memperhitungkan perolehan emas hanya berdasarkan hasil SEA Games sebelumnya karena kondisinya sudah berbeda," kata Rochjantono. Apalagi, saat ini kontingen karate Indonesia tidak diperkuat dua atlet andalan Abdul Kadir dan Omita Olga Ompi.

Padahal, jelas Rochjantono, dua atlet itu sangat ditakuti di kawasan Asia Tenggara. Abdul Kadir absen karena sibuk dengan pekerjaannya sementara Omita tengah mengandung. "Kalau mereka ikut saya optimis empat emas sudah bisa kita peroleh. Sekarang sebagian atlet kita masih muda dan minim pengalaman," katanya.

Namun, perkiraan perolehan medali tersebut bisa saja berubah karena persiapan masih berlangsung satu setengah bulan lagi. "Juga masih melihat uji coba atlet putri dan latih tanding atlet putra ke Tokyo, Jepang, pekan depan. Sepulang dari sana kita evaluasi lagi apakah bisa mencapai target yang diminta KONI," katanya.

Tim karate SEA Games akan berangkat ke Jepang 7-16 Juli mendatang sebagai persiapan uji coba ke luar negeri. Para atlet putri di negara tersebut akan mengikuti turnamen internasional Ladies Cup 14-15 Juli. Dalam turnamen yang diikuti sekitar 40 negara termasuk atlet dari negara peserta SEA Games, FORKI hanya meminta atlet untuk beradaptasi pada pelaksanaan peraturan baru. "Supaya mereka lebih familiar. Nanti kita lihat lagi hasil latihan selama ini di turnamen itu," kata Rochjantono.

Ditambahkan, Ladies Cup sangat bagus untuk uji coba atlet putri karena kejuaran sekali dua tahun diikuti atlet banyak negara kuat. "Biasanya pesertanya berkisar 28 sampai 40 negara dan pada pertandingan terakhir tahun 1997 di Fukuoka (tahun 1999 tidak ada pertandingan) kita rebut satu perak dan dua perunggu," katanya.

Tak ikut turnamen

Sementara para atlet putra tidak mengikuti turnamen dan hanya berlatih tanding dengan tim mahasiswa nasional Jepang dan anak asuh pelatih nasional Jepang Kagawa.

FORKI telah menentukan 19 karateka yang masuk sebagai tim inti SEA Games yang akan mengikuti 19 nomor pertandingan. Mereka adalah atlet putra Novilus Tedius Yoku (-75 kilogram), Isfan Rahfisal Tanjung (-55), Aswan Ali, Elias Tande (Kata perorangan dan beregu), Wahyu Hidayat (Kata Beregu), Hassan Basri (-65), Robert Karly (Kumite bebas), Sonny Simangasing (+70), Umar Syarif (+80), Arif Taufan Syamsudin
(-60), dan Sudirman KS (-80).

Sementara atlet putri terdiri dari Endah Jubaidah (Kata perorangan-beregu), Iin Hasanah, Julianti Syafeuddin (Kata beregu), Jenny Zeanet (-48), Christine Dewi Gani (-60), Meyti Kaseger (+60), Sandra Aryani (-53), dan Meriana Gusti (Kumite bebas). (mus/yns)


Berita or lainnya :


Ramalan Bintang
KOMPAS Online
© C o p y r i g h t   1 9 9 8   Harian Kompas