Anggota DPR Bogem Staf BNP2TKI
Selasa, 20 Mei 2008 | 19:24 WIB

JAKARTA, SELASA - Nama baik parlemen RI kini tercoreng kembali. Pasalnya, salah seorang anggota DPR ketika melakukan kunjungan kerja mendadak ke gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) secara sengaja memukul bertubi-tubi ke arah muka dan lengan kanan seorang pegawai BNP2TKI yang bernama Eko Supriyanto Dananjaya.

Beruntung pukulan yang dilayangkan bukan pukulan ala petinju profesional seperti Mike Tyson atau Vladimir Klitschko, Eko yang 'dihajar' hanya menderita cedera ringan atas pemukulan tersebut.

"Saya hanya berobat tradisional untuk tangan saya ini. Dan untuk muka, saat itu hanya pusing saja. Dua hari kemudian sudah sembuh," ujar Eko Supriyanto Dananjaya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua grup A BNP2TKI saat dihubungi Persda Network di Jakarta, Selasa (20/5).

Menurut Eko, peristiwa ini terjadi pada Rabu, (14/5) lalu. Saat itu sekitar pukul 14.00 WIB, Gedung BNP2TKI Selapajang, Tangerang secara mendadak dikunjungi beberapa anggota komisi IX DPR RI.

Mendapat kunjungan kehormatan tersebut, Eko pun mengaku memberikan sambutan hangat. Namun sambutan hangat saja rupanya tidak cukup. "Tidak berselang lama, saya dipanggil salah satu anggota Komisi IX. Saya sendiri tidak kenal namanya, yang jelas dia seorang perempuan. Dan saat itu dia bertanya mengapa masih ada TKI yang hingga siang belum dipulangkan, padahal TKI tersebut sudah membeli tiket angkutan," urai Eko, menceritakan kembali kronologis pemukulan.

Menerima pertanyaan itu, Eko pun dengan lugas memberikan jawaban bahwa keberangkatan TKI itu akan dilakukan segera setelah kuota sebanyak orang yang satu jurusan terpenuhi. "Bahkan saya memberikan jaminan akan diberangkatkan siang itu juga," jelasnya.

Eko menambahkan, selepas memberikan penjelasan itu, tiba-tiba seorang anggota Komisi IX lainnya menghampiri dirinya dan kemudian menghujamkan bogem mentah ke arah muka dan tangan dirinya. Melihat aksi bogem tersebut, beberapa anggota Komisi IX lainnya bukan melerai tapi justru meneror Eko dengan sejumlah pertanyaan menyudutkan.

"Saat itu saya ditanya apakah jawaban saya itu suruhan Jumhur (Kepala BNP2TKI)," papar Eko seraya mengatakan, dewi fortuna memang tengah berada di pihaknya.  Melihat aksi kekerasan itu, anggota Polres Bandara Soekarno Hatta memberikan perlindungan kepada Eko.

"Terus terang saya merasa terteror. Apalagi setelah peristiwa itu, saya menerima pesan pendek ke HP saya yang berbunyi apakah kasusnya tersebut mau diperpanjang atau mau ditutup saja," ungkapnya.

Tak terima atas kejadian itu, Eko berencana melaporkan kasus itu ke Markas Besar Kepolisian RI. Pasal berlapis pun diajukan atas peristiwa tersebut. Tak kepalang tanggung, Eko juga berencana melaporkan anggota DPR itu ke Badan Kehormatan.

Untuk diketahui, terminal baru TKI di Selapajang berjarak 2 kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta. Terminal TKI itu dibangun oleh Depnakertrans di bawah pengelolaan Badan Nasional Pemberangkatan dan Pemulangan TKI (BNP2-TKI).(Persda Network/Ade Mayasanto)



Share on Facebook
A A A
Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
mey @ Rabu, 21 Mei 2008 | 07:53 WIB
BNP2TKI sudah saatnya dihajar habis !!!!!!!
Bagyo @ Rabu, 21 Mei 2008 | 06:47 WIB
Benar sekali.emang pantas bnp2 tki dapat bogem,kami sebagai tki benar2 merasa resah bila mau pulang ke tanah air,banyak oknum pemeras di bnp2 tki.kami harap pemerintah sering melakukan sidak dan menangkap oknum-oknum pemeras di bnp2tki .bersihkan bnp2 tki atau hapus sekalian terminal 3(terminal penjahat bnp2tki)
Coki @ Rabu, 21 Mei 2008 | 00:13 WIB
Saya berharap pihak kepolisian menindaklanjuti masalah ini. Jangan sampai ada intervensi dari pihak-pihak tertentu. Karena sudah banyak anggota parlemen ini yang bertindak arogan. Apalagi kalau kejadian yang diberitakan itu benar adanya.
Tian @ Rabu, 21 Mei 2008 | 00:04 WIB
Menurut saya, walaupun tindakan anggota DPR itu salah, tapi, tindakan itu memeang perlu dilakukan.Bukan rahasia lagi, aparat di bandara suka berbuat seenaknya.Bahkan sering melakukan tindakan kriminalitas. Sudah waktunya INDONESIA menegakkan hukum dengan KEKERASAN. Sebab ini satu satunya cara agar pola pikir masyarakat yang sok jagoan dan sok melanggar, dapat BERUBAH...Demi KEBANGKITAN NASIONAL,korbankan SAMPAH MASYARAKAT
pro DPR @ Selasa, 20 Mei 2008 | 23:52 WIB
saya setuju dgn tindakan anggota DPR yg satu ini, hajar saja pak! petugas disana kerjanya cuma memeras, melecehkan, menakutnakuti. hidup...... preman senayan. jgn takut merusak nama baik DPR, emang nama DPR sudah buruk kok, hancurkan saja sekalian.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1