Kebangkitan Nasional? Au Ah!
Selasa, 20 Mei 2008 | 16:05 WIB

JAKARTA, SELASA - Selasa (20/5) malam nanti, sebuah perhelatan akbar akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebuah perhelatan yang menandai seabad peringatan Kebangkitan Nasional. Panitia penyelenggara mengklaim pagelaran itu sebagai pagelaran terbesar sepanjang sejarah. Sebab, jumlah pengisi acaranya mencapai 30 ribu orang, dan diprediksi akan dihadiri lebih dari 100.000 warga.

Seabad Kebangkitan Nasional mengusung motto "Indonesia Bisa". Presiden sempat menyatakan, perhelatan besar ini diharapkan akan menumbuhkan dan mempererat rasa persatuan sebagai bangsa. Itu kata Presiden. Lalu, apa kata masyarakat tentang Kebangkitan Nasional?

"Waduh, apa ya mbak. Saya nggak tahu Kebangkitan Nasional, saya cuma lulusan SD, haha....." Demikian jawaban polos Wawan, seorang penyapu jalan yang ditemui di kawasan Jati Baru, Jakarta Pusat, Selasa (20/5).

Jawaban itu dilontarkan Wawan, saat ditanya apa yang ia ketahui tentang Kebangkitan Nasional. Akan tetapi, jawaban panjang keluar juga dari bapak empat anak itu ketika dimintakan harapannya di hari Kebangkitan Nasional yang menginjak usia 100 tahun.

"Mudah-mudahan harga-harga pada murah, biaya sekolah anak juga murah. Harga BBM nggak naik. Saya pusing, anak-anak biaya sekolah tinggi. Apa-apa juga mahal. Udah gitu aja. Lainnya, au ah (maksudnya, tidak tahu)," ujar Wawan.

Lain Wawan, lain Irene. Wanita 26 tahun ini menyampaikan makna yang ia pahami di balik peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Menurut dia, momentum hari ini harus dijadikan modal semangat untuk bangkit dari keterpurukan bangsa saat.

"Menurut saya, Kebangkitan Nasional itu jangan sekedar diperingati saja, tapi harus bisa dipahami maknanya. Di antaranya kita harus bisa mengambil semangat pejuang-pejuang dulu. Zaman kita sama zaman mereka memang beda, tapi tetap harus berjuang," kata karyawati swasta ini ketika ditemui di Toko Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat.

Nah, bagaimana Kebangkitan Nasional di mata ibu rumah tangga? Jawaban yang sedikit kocak meluncur dari Suryati, wanita 40 tahun, warga Petamburan, Jakarta Pusat. "Kebangkitan Nasional? Nanti malem ada acaranya kan? Iya tu, saya jadi nggak bisa nonton sinetron, katanya disiarin langsung di semua TV (stasiun TV). Itu gimana? Padahal lagi seru-serunya," tutur Suryati, yang mengaku menggemari sinetron Suci, yang ditayangkan salah satu TV swasta.

Lalu, apa makna Kebangkitan Nasional bagi Anda? Setiap kita pasti punya pemaknaan yang berbeda, yang (mungkin) tak bisa serta merta dibangkitkan dengan menonton sebuah perhelatan besar.


Inggried Dwiwedhaswary
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 11 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
jila @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 06:20 WIB
kebangkitan bangsa?itu butuh bukti dari rakyat dan pemerintahnya!soalnya pemerintahnya aja masih kecolongan ama pejabatnya sendiri.Ayo,Indonesia bisa bangkit!
Glufixxx @ Jumat, 23 Mei 2008 | 09:45 WIB
Auh ah gelap! rasa2nya kebangkitan nasional ya 100 thn yg lalu dimana bangsa Indonesia benar2 bangkit. Ttp sekarang kita sedang memperingati KETERPURUKAN NASIONAL di bawah rezim JK-sby dan kroni2nya.
endang.s @ Rabu, 21 Mei 2008 | 09:29 WIB
jadikanlah hari kebingungan nasional sebagai intropeksi Pemerintah, sampai sejauh mana Pemerintah sudah bikin susah rakyat, apakah besok akan buat lebih sengsara lagi dengan menaiikan BBM sdan sembako...??
Chandra @ Selasa, 20 Mei 2008 | 19:20 WIB
Kebangkitan Nasional?, rasanya kok hidup di Indonesia makin menjadi susah, Hari ini saya baru pulang belanja harga beras 20 Kg setraramos sampai 166 ribu padahal sebelum SBY jadi Presiden cuma dibawah seratus ribu. Salahnya ada dimana ya ???? dengan penghasilan saya yang PNS dengan 2 anak satu jadi mahasiswa saya harus mikir mensiasati situasi, bagaimana dengan orang lain ??? mungkin sama bingungnya. Ada teman yang bekerja sebagai guru di Malaysia, menawarkan untuk jadi guru disana, gimana dong?
sibodoh @ Selasa, 20 Mei 2008 | 18:43 WIB
100 tahun kebangkitan nasional, 100.000 tamu yg akan datang menghadiri perhelatan akbar. 100.000.000 rakyat indonesia akan jatuh miskin,..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort