
JAKARTA, SELASA - Selasa (20/5) malam nanti, sebuah perhelatan akbar akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebuah perhelatan yang menandai seabad peringatan Kebangkitan Nasional. Panitia penyelenggara mengklaim pagelaran itu sebagai pagelaran terbesar sepanjang sejarah. Sebab, jumlah pengisi acaranya mencapai 30 ribu orang, dan diprediksi akan dihadiri lebih dari 100.000 warga.
Seabad Kebangkitan Nasional mengusung motto "Indonesia Bisa". Presiden sempat menyatakan, perhelatan besar ini diharapkan akan menumbuhkan dan mempererat rasa persatuan sebagai bangsa. Itu kata Presiden. Lalu, apa kata masyarakat tentang Kebangkitan Nasional?
"Waduh, apa ya mbak. Saya nggak tahu Kebangkitan Nasional, saya cuma lulusan SD, haha....." Demikian jawaban polos Wawan, seorang penyapu jalan yang ditemui di kawasan Jati Baru, Jakarta Pusat, Selasa (20/5).
Jawaban itu dilontarkan Wawan, saat ditanya apa yang ia ketahui tentang Kebangkitan Nasional. Akan tetapi, jawaban panjang keluar juga dari bapak empat anak itu ketika dimintakan harapannya di hari Kebangkitan Nasional yang menginjak usia 100 tahun.
"Mudah-mudahan harga-harga pada murah, biaya sekolah anak juga murah. Harga BBM nggak naik. Saya pusing, anak-anak biaya sekolah tinggi. Apa-apa juga mahal. Udah gitu aja. Lainnya, au ah (maksudnya, tidak tahu)," ujar Wawan.
Lain Wawan, lain Irene. Wanita 26 tahun ini menyampaikan makna yang ia pahami di balik peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Menurut dia, momentum hari ini harus dijadikan modal semangat untuk bangkit dari keterpurukan bangsa saat.
"Menurut saya, Kebangkitan Nasional itu jangan sekedar diperingati saja, tapi harus bisa dipahami maknanya. Di antaranya kita harus bisa mengambil semangat pejuang-pejuang dulu. Zaman kita sama zaman mereka memang beda, tapi tetap harus berjuang," kata karyawati swasta ini ketika ditemui di Toko Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat.
Nah, bagaimana Kebangkitan Nasional di mata ibu rumah tangga? Jawaban yang sedikit kocak meluncur dari Suryati, wanita 40 tahun, warga Petamburan, Jakarta Pusat. "Kebangkitan Nasional? Nanti malem ada acaranya kan? Iya tu, saya jadi nggak bisa nonton sinetron, katanya disiarin langsung di semua TV (stasiun TV). Itu gimana? Padahal lagi seru-serunya," tutur Suryati, yang mengaku menggemari sinetron Suci, yang ditayangkan salah satu TV swasta.
Lalu, apa makna Kebangkitan Nasional bagi Anda? Setiap kita pasti punya pemaknaan yang berbeda, yang (mungkin) tak bisa serta merta dibangkitkan dengan menonton sebuah perhelatan besar.

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |