JAKARTA - Si Manis Jembatan Ancol. Itu adalah judul sinetron yang pernah berjaya di televisi Indonesia. Bahkan dua artis top pernah memerankan Si Manis, yakni Kiki Fatmala dan Devi Permatasari. Cerita tentang hantu bernama si Manis di jembatan Ancol, tentu sudah banyak yang tahu. Tetapi bagaimana dengan "hantu" di jembatan Caman, Bekasi?
Lubang memanjang selebar kurang lebih 40 sentimeter di Jembatan Caman, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, telah memakan cukup banyak korban. Lubang yang terletak di atas aliran Kalimalang ini telah memakan korban sebanyak tiga orang dalam kurang lebih dua minggu terakhir ini.
Kejadian terakhir menimpa seorang warga pada Minggu (18/5) pagi. Untungnya, korban berhasil diselamatkan warga setempat. Sebelumnya dua korban lainnya juga mengalami peristiwa serupa. Keduanya juga sempat diselamatkan warga.
Sukirman, warga yang tinggal sekitar jembatan tersebut mengatakan kejadian jatuhnya warga di lobang jembatan Caman sudah sering kali terjadi. Bahkan pada 2005 lalu, seorang nenek asal Surabaya tewas setelah tercebur di kali sedalam kurang lebih enam meter tersebut.
"Tahun 2005 seorang nenek, asal Surabaya kecemplung di lubang itu. Kejadian waktu itu sore hari," ujar Sukirman, Senin (19/5). Sukirman mengatakan sebagian besar kejadian terjadi pada malam hari.
Tidak adanya lampu penerang jalan sekitar lokasi membuat warga yang melintas sulit melihat keberadaan lubang tersebut. Seringnya kejadian jatuhnya warga ke sungai melalui lubang tersebut sudah sempat dikeluhkan warga dan telah disampaikan kepada pihak pemerintah. Namun hingga saat ini, aspirasi warga tersebut belum ditanggapi.
"Kita sudah sampaikan melalui partai PKS dan juga Babinsa setelah korban (nenek) meninggal supaya ditutup pake tralis besi. Tapi nggak tahu sampe hari ini belum ada realisasinya. Mungkin belum ada anggaran," ujarnya.
Lubang di Jembatan Caman itu tidak cuma rawan kecelakaan. Lubang tersebut juga sering dijadikan oknum-oknum tertentu sebagai tempat untuk membuang sampah saat pagi dan malam hari.
Jika lubang itu tidak segera ditutup, kisah-kisah sedih akan terus terjadi. Bukan tidak mungkin, korban jiwa akan berjatuhan. (SMS)