Kisah Sedih "Si Manis" Jembatan Caman
Lubang di antara jembatan, seperti yang berada di Jalan Caman menuju Jalan Tol Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, rawan menimbulkan kecelakaan. Namun, hingga Minggu (18/5), lubang yang sering menelan korban ini belum juga dipasangi penutup. Selain rawan kecelakaan, pembiaran kondisi itu dapat menjadi cermin ketidakmampuan pemerintah menata infrastruktur kota.
Senin, 19 Mei 2008 | 12:59 WIB

JAKARTA - Si Manis Jembatan Ancol. Itu adalah judul sinetron yang pernah berjaya di televisi Indonesia. Bahkan dua artis top pernah memerankan Si Manis, yakni Kiki Fatmala dan Devi Permatasari. Cerita tentang hantu bernama si Manis di jembatan Ancol, tentu sudah banyak yang tahu. Tetapi bagaimana dengan "hantu" di jembatan Caman, Bekasi?

Lubang memanjang selebar kurang lebih 40 sentimeter di Jembatan Caman, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, telah memakan cukup banyak korban. Lubang yang terletak di atas aliran Kalimalang ini telah memakan korban sebanyak tiga orang dalam kurang lebih dua minggu terakhir ini.

Kejadian terakhir menimpa seorang warga pada Minggu (18/5) pagi. Untungnya, korban berhasil diselamatkan warga setempat. Sebelumnya dua korban lainnya juga mengalami peristiwa serupa. Keduanya juga sempat diselamatkan warga.

Sukirman, warga yang tinggal sekitar jembatan tersebut mengatakan kejadian jatuhnya warga di lobang jembatan Caman sudah sering kali terjadi. Bahkan pada 2005 lalu, seorang nenek asal Surabaya tewas setelah tercebur di kali sedalam kurang lebih enam meter tersebut.

"Tahun 2005 seorang nenek, asal Surabaya kecemplung di lubang itu. Kejadian waktu itu sore hari," ujar Sukirman, Senin (19/5). Sukirman mengatakan sebagian besar kejadian terjadi pada malam hari.

Tidak adanya lampu penerang jalan sekitar lokasi membuat warga yang melintas sulit melihat keberadaan lubang tersebut. Seringnya kejadian jatuhnya warga ke sungai melalui lubang tersebut sudah sempat dikeluhkan warga dan telah disampaikan kepada pihak pemerintah. Namun hingga saat ini, aspirasi warga tersebut belum ditanggapi.

"Kita sudah sampaikan melalui partai PKS dan juga Babinsa setelah korban (nenek) meninggal supaya ditutup pake tralis besi. Tapi nggak tahu sampe hari ini belum ada realisasinya. Mungkin belum ada anggaran," ujarnya.

Lubang di Jembatan Caman itu tidak cuma rawan kecelakaan. Lubang tersebut juga sering dijadikan oknum-oknum tertentu sebagai tempat untuk membuang sampah saat pagi dan malam hari.

Jika lubang itu tidak segera ditutup, kisah-kisah sedih akan terus terjadi. Bukan tidak mungkin, korban jiwa akan berjatuhan. (SMS)

 

 


Salvanus Magnus Satripatriawan
Share on Facebook
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Dwiwanto @ Minggu, 25 Mei 2008 | 20:47 WIB
Semuanya tergantung dari keteguhan Iman
Denny @ Selasa, 20 Mei 2008 | 07:08 WIB
Wali kota bekasi terkenal dengan jalanannya yang rusak setelah diaspal 6 bulan kemudian rusak. Bahkan ada yang hancur sama sekali, putus sampai 50 meter.
dewi @ Senin, 19 Mei 2008 | 19:34 WIB
ya gimana PKS mau memperbaiki wong yang jadi walikota bukan PKS. tanya partai yang jadi walikota sekarang dong M2M Mochtar Muhammad dkk.
IM @ Senin, 19 Mei 2008 | 16:16 WIB
Nanti akalu udah ada orang terkenal yang tertimpa musibah di sini, pasti lubang ditutup. Spt kasus jalan rusak yang menewaskan Sophan Sophian
Mr.satan @ Senin, 19 Mei 2008 | 16:15 WIB
HIIIIIII...........ATUT....!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87