JAKARTA, SABTU - Indonesia harus mengakui kehebatan China yang akhirnya menjadi juara Piala Uber. Tunggal kedua Indonesia, Adriyanti Firdasari, yang tampil di partai ketiga final Bank BRI Thomas & Uber Cup 2008, Sabtu (17/5), di Istora Senayan Jakarta, tak berdaya ketika melawan Lu Lan karena kalah dua set, 12-21 10-21.
Dengan demikian, China menang telak 3-0. Sebelumnya, negeri tirai bambu itu mendulang angka dari tunggal pertama, Xie Xingfang yang menang stright set atas Maria Kristin, disusul kesuksesan ganda putri nomor satu dunia, Yang Wei/Zhang Jiewen, yang menang rubber set atas Lilyana Natsir/Vita Marissa.
Menghadapi Lu Lan, Firdasari memang kelihatan masih kalah kelas. Berbagai upaya dilakukan tunggal kedua Merah-putih itu, tetap selalu saja bisa diatasi oleh Lu Lan.
Sebaliknya, drop shot dan smesh pebulutangkis nomor dua dunia tersebut membuat Firdasari keteteran. Alhasil, poin demi poin bisa dikumpulkan Lu Lan sehingga dia terus melejit dan menyudahi set pertama dengan skor 21-12.
Pada set kedua, dominasi Lu Lan tak bisa dibendung. Firdasari yang berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya serta mendapat dukungan dari puluhan ribu suporter Indonesia, sangat kesulitan mengumpulkan angka dan akhirnya perolehan poinnya berhenti di angka 10.
Kemenangan Lu Lan itu memastikan China mempertahankan Piala Uber untuk kali keenam secara berturut-turut. Dengan demikian, secara keseluruhan China sudah 11 kali memboyong trofi paling bergengsi untuk turnamen beregu putri tersebut, dan Indonesia harus melupakan impian untuk mengulangi prestasi tahun 1996.
Tak seperti ketika tim Thomas Indonesia kalah dari Korea di semifinal, suporter tampaknya puas dengan apa yang ditunjukkan para pemain Piala Uber. Mereka tetap memberikan dukungan dan tak beranjak dari tempat duduk saat penyerahan trofi bagi tim China dan pengalungan medali bagi tim Indonesia. (LOU)