
YOGYAKARTA, SABTU-Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan barang-barang unggulan produksi Indonesia, sampai kini ternyata belum menjadi kebanggaan masyarakat, justru mereka lebih membanggakan barang produk negara asing.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Paku Alam IX ketika membuka Gelar Teknologi Nusantara (GTN) menyambut satu abad Kebangkitan Nasional, di Komplek Balai Latihan Pendidikan Teknologi (BLPT), Yogyakarta, Sabtu (17/5), ia menambahkan bahwa cukup memprihatinkan jika masyarakat tidak bangga terhadap produk unggulan buatan bangsa sendiri.
"Masyarakat lebih bangga membeli barang produksi luar negeri, sehingga membanjirnya produk asing ke Indonesia, seolah-olah bangsa ini tidak mampu menghasilkan atau menciptakan produk ungulan sendiri,"katanya.
Menurut Sultan, ketergantungan ini menjadikan bangsa Indonesia kurang mandiri bahkan sering dijadikan korban dan dijadikan ladang empuk sasaran penjualan produk milik para kapitalis.
Dengan adanya Gelar Teknologi Nusantara, diharapkan sebagai bukti bahwa sejatinya bangsa Indonesia juga mampu menghasilkan sesuatu yang mempunyai manfaat besar bagi kemandirian bangsa.
Semangat kebangkitan ini seperti yang digelorakan para pendahulu pada seratus tahun yang lalu, kiranya ikut mewarnai para generasi muda untuk terus bersemangat menemukan inovasi dan mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan karya-karya besarnya. "Melalui gelar teknologi ini pula nantinya diharapkan bisa menggugah kesadaran kita semua, bahwa kita sendiripun sudah mampu menciptakan dan menghasilkan karya teknologi sebagaimana yang telah dilakukan negara lain," tambahnya.(ANT)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |