Malaysia Kumat, 3 Kali Langgar Perbatasan
Tono Suratman
Sabtu, 17 Mei 2008 | 16:34 WIB

PONTIANAK, SABTU - Malaysia selama empat bulan terakhir tercatat telah tiga kali melakukan pelanggaran wilayah udara di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak.
    
Panglima Kodam VI/Tanjungpura, Mayjend TNI Tono Suratman dalam Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Rektorat Universitas Tanjungpura di Pontianak, Sabtu, mengatakan, pelanggaran tersebut terjadi bulan Maret 2008 selama tiga hari berturut-turut.
    
Pelanggaran pertama tanggal 6 Maret 2008 sekitar pukul 15.00 WIB. Anggota Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Gun Tembawang Batalyon Infanteri (Yonif) 641/Bru di Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau melihat sebuah helikopter jenis Bolco warna putih dan biru dengan senapan mesin (RPD) yang diperkirakan milik Polis Diraja Malaysia (PDRM) berpenumpang empat orang melintas dari arah Barat ke Timur.  Jarak terbang sekitar 150 meter dari Pos Pamtas Gun Tembawang.
   
Kemudian, pelanggaran kedua terjadi tanggal 7 Maret sekitar pukul 15.00 WIB. Helikopter yang sama melintas dari Selatan ke Utara tepat di atas Pos Pamtas Gun Tembawang dan mendarat di Kampung Gun Sapit, Padawan, Sarawak.
    
Pelanggaran ketiga terjadi tanggal 8 Maret 2008 sekitar pukul 10.55 WIB. Diduga helikopter yang sama, melintas kembali dari Barat Daya ke Utara lalu memutar dua kali.
    
Panjang perbatasan darat antara Indonesia - Malaysia mencapai 2.004 kilometer, terdiri dari Kalbar 857 kilometer dan Kaltim 1.147 kilometer. Terdapat 5.784 patok batas di sepanjang perbatasan darat Kalbar - Malaysia. Namun, yang sudah dipatroli baru sebanyak 3.087 patok. "Sisanya belum," kata Tono Suratman.
    
Sebanyak 349 patok dinyatakan hilang, 53 rusak, empat patok patah dan dua patok tertimbun. Penyebabnya terutama faktor manusia seperti pencurian kayu menggunakan alat berat dan pengaruh alam akibat tanah longsor.
    
Sementara itu, masalah garis batas di wilayah Kalbar yang belum terselesaikan dengan pihak Malaysia yakni di Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, tidak ditemukan posisi pancaran air. Meski Malaysia menganggap sudah selesai, hasil pengukuran bersama dianggap tidak sesuai.
    
Di Titik D 400, hasil survei bersama Indonesia - Malaysia tidak menemukan pancaran air karena terpotong sungai. Wilayah Gunung Raya, garis batas Gunung Raya I dan II pada hasil survei bersama tidak dapat disepakati kedua belah pihak.
     
Di Jagoi/Sungai Buan, kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan konvensi Belanda-Inggris tahun 1918. Di daerah Batu Aum, penerapan arah dan jarak tidak dapat diterima kedua pihak.


ABI
Sumber : ANT
A A A
Ada 34 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
indra @ Kamis, 29 Mei 2008 | 10:56 WIB
gak usah perang terbuka sama malaysia cukup kasih granat aja satau satau tki indonesia dimalaysia dah pasti hancur semua
rakyat @ Senin, 19 Mei 2008 | 07:54 WIB
Tentara itu cuma berani sama rakyat aja karena rakyat ngak punya kekuatan coba ama malingsia takut
charly @ Senin, 19 Mei 2008 | 05:02 WIB
Malaysia udah kuat skarang militernya, tapi kalo qta kalah perang pake mesin yah udah penduduk byk tuh bawa lgsg ke malaysia, apalagi disana byk TKI....:)
solina zein mhd rahhal @ Senin, 19 Mei 2008 | 00:52 WIB
buat irwan rustamaji, jangan main hakim sendiri emang perang itu enak? kasihan rakyat yg lain. paling2 kamu juga sembunyi di bawah tempat tidur he he he e he
solina zein mhd rahhal @ Senin, 19 Mei 2008 | 00:49 WIB
bpk yg terhormat jalankan tugas anda dgn baik tentunya di jalan hukum,
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
Kompas Mobile5
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort