Elektra Glide, Motor Kesayangan Sophan Sophiaan
Sabtu, 17 Mei 2008 | 16:31 WIB

JAKARTA, SABTU - Kecintaan Sophan Sophiaan terhadap motor gede (moge) baru muncul sejak 3 tahun terakhir. Motor yang menjadi "teman terakhir" hidupnya itu, dibelinya pada tahun 2005 seharga Rp350 juta. Motor berwarna merah marun itu bertipe Elektra Glide keluaran 2005 dibeli Sophan di Mabua, Fatmawati.

Rekan almarhum, Supriyitno mengisahkan, motor pertama itu menjadi kesayangan Sophan. Ia selalu telaten merawat motornya itu."Dia selalu merawat motornya secara rutin. Belinya kalau nggak salah 350 juta di Mabua, Fatmawati," cerita Yitno di rumah duka, Sabtu (17/5).

Motor itu mempunyai berat 385 kilogram. Beratnya motor inilah, yang menurut perkiraan Yitno menjadi sebab Sophan susah menahan motornya saat terjatuh di sebuah lubang besar di kawasan Sragen pagi tadi. "Saya dengar, cerita dari rekan disana, kecepatan sebenarnya tak terlalu tinggi, sekitar 70-80 km per jam. Karena motornya berat mungkin susah menahan saat jatuh, apalagi mungkin dalam keadaan lelah," lanjut dia.

Saat kejadian, Sophan tengah konvoi bersama lebih dari 270 motor gede, membagikan sembako di sejumlah daerah di Jawa sejak tanggal 12 Mei. Kegiatan ini, dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional. Direncanakan, konvoi akan berakhir di Monas pada tanggal 20 Mei mendatang.

Sophan, dikisahkan Yitno, sudah berpuluh-puluh kali melakukan touring dengan motornya itu.Jarak terjauh, pada tahun 2007 lalu, Yitno dan Sophan melakukan perjalanan dengan moge ke Malaysia. "Jaraknya 4250 km, dari Johor Bahru-Pantai Barat dan Kuala Lumpur. Kami ikut jalur gemilang, dalam rangka ulang tahun Malaysia," katanya.(ING)


ING
Share on Facebook
A A A
Ada 18 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
BEN 49 @ Kamis, 2 Juli 2009 | 15:11 WIB
slamat jalan BRO, semua berasal dari DIA kepadaNYA lah kt akan kembali, mbak WIDYAWATI tabah...kami komunitas Honda Tiger Makassar Turut berbela sungkawa.....sekali lagi slamat jalan BRO...."RIDE HARD LIVE FREE BRO"
uus @ Jumat, 5 September 2008 | 05:43 WIB
Iya kadang orang kaya , bisa naik moge yang beroda dua tapi bisa masuk jalan tol padahal dah tahu ada aturannya. hanya beroda 4 atau lebih yang bisa masuk tol, insyaflah orang kaya serta pemilik MOGE aturan sama untuk semua warga negara. jangan karena uang anda bisa sombong umur anda terbatas hukum tuhan pasti berlaku semua pasti mati.selamat jalan bung sophan !
artana @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 11:35 WIB
Saya sependapat dg bung Rian, ini adalah akibat dari egonya pengendara Moge, dijalan seenaknya pdhl pngndara bebek jg bayar pajak, cuma syng yg mnjd korban adalah Bung Sophan yg selama ini mnjd ikon keidialisan seorang wakil rakyat. selamat jalan Bung Sophan, smg dpt ditrima disisiNya.....
Melvy Rexyan @ Kamis, 22 Mei 2008 | 15:40 WIB
Selamat jalan bro Sophan Sophian, yang baik-baik pasti jadi kenangan yg indah. Yang masih ada kejelekan please rekan-rekan penggemar Moge utk bisa menyadarinya. Contohkan sebagai insan profesional dan tunduk pada aturan yg dibuat untuk semua orang. Sayangnya keburukan itu paling mudah diingat orang.
Rian W.. @ Kamis, 22 Mei 2008 | 11:25 WIB
Komentar Bung Miu.. memang tajam... Saya juga sangat menyayangkan kehilangan atas seorang Sophan Sophian.., Tapi apa yg dikatakan Bung Miu ada benarnya... seharusnya konvoi MoGe lebih beradab dengan bersama2 jalan dengan penghuni jalan lainnya.. Saya merasa senang kalau Mo Ge anda atau R1 anda mau berjalan bersama di sebelah honda bebek saya... : )
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
70