
JAKARTA, KOMPAS - "Aku memang laki-laki, tapi sejak kecil jiwaku adalah perempuan. Namun, aku tetap pakai sarung lho kalau shalat, aku tetap sadar kodratku adalah laki-laki di hadapan Tuhan," ujar Jacky atau yang lebih dikenal dengan Joyce (24) kepada Kompas.com, saat aksi damai International Day Againts Homophobia (IDAHO) di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (17/5).
Joyce mengaku, sejak kecil ketika teman-temannya bermain kelereng dan layang-layang, ia lebih memilih bermain boneka barbie. "Aku tidak tahu bagaimana semua ini terjadi, tapi naluriku benar-benar sebagai seorang wanita," ujarnya.
Laki-laki asal Makassar ini adalah anak ke-3 dari 7 bersaudara. Kakak perempuannya seorang lesbian, salah satu adik perempuannya adalah seorang biseksual, selain itu sepupunya juga seorang waria. “Orangtuaku marah besar ketika kakakku, aku, dan adikku mengaku ketidakwajaran ini, sampai sekarang pun beliau masih sering mengingatkanku untuk sadar dan hidup selayaknya seorang laki-laki," ujar Joyce.
“Secara casing aku laki-laki, tapi aku juga mencintai laki-laki. Aku tidak memungkiri bahwa seorang wanita itu sangat indah, tapi orientasi seksualku lebih dengan sesama jenisku,” tambah Joyce yang mengaku sedang jomblo 2 tahun terakhir ini.
Mantan juara MTQ Porseni di Makassar tahun 1994 ini adalah seorang konsuler orang dengan HIV/AIDS di Makassar, selain itu ia juga aktif di organisasi Arus Pelangi yang mewadahi kaum homo dan lesbian di Jakarta. (C5-08)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |