Sekolah Nyaman, Bullying Enggan!
Sabtu, 17 Mei 2008 | 15:35 WIB

TINGKAT keamanan sekolah dari bullying atau tindakan yang membuat seseorang merasa teraniaya yang dapat dilakukan guru, sesama siswa, senior atau alumni bisa bergantung pada bagaimana interaksi guru dan murid di suatu sekolah dan aura lingkungan sekolah tersebut. Hal ini disampaikan oleh psikolog Universitas Indonesia Ratna Juwita dalam konferensi pers mengenai upaya penanganan bullying, di Jakarta, Sabtu (17/5).

Dari penelitian yang dilakukannya di SD, SMP dan SMA di tiga kota besar di Indonesia, sekolah dengan tingkat bullying yang terendah menunjukkan ada kaitan erat antara guru dengan siswanya serta kondisi lingkungan sekolahnya. "Yang rendah ini, di sekolahnya terdapat hubungan antara guru dan siswa yang sangat baik. Sekolahnya kecil dan nyaman, dalam arti hijau, anak-anak bebas main-main. Sekolah yg sangat biasa," ujar Ratna.

Ratna yang juga mengajarkan mata kuliah Psikologi Lingkungan di kampus memiliki hipotesa bahwa lingkungan fisik sekolah berpengaruh besar terhadap perilaku orang-orang yang ada di sekolah. Sementara itu, Kepala Sekolah SMUN 103 Jakarta Agus Halisin mengatakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolahnya dalam mencegah dan mengatasi bullying adalah dengan menata ruang sekolah senyaman dan sekreatif mungkin.

"Kami merasa penataan ruang di sekolah sangat penting untuk menciptakan atmosfir untuk memunculkan kreativitas anak-anak dan menciptakan rasa nyaman sehingga anak-anak merasa seperti di rumahnya sendiri," ujar Agus pada kesempatan yang sama. Agus juga menambahkan upaya pencegahan bullying memang harus menjadi perhatian semua pihak baik siswa, para alumni, guru, orang tua, bahkan masyarakat di sekitar sekolah.

"Membentuk sistem network di sekolah, yaitu siswa, orang tua, guru dan masyarakat di sekitar sekolah dan mengadakan pelatihan untuk guru. Kita juga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdekat, membangun jejaring untuk mengatasi dan mencegah terjadi bullying," tambah Agus.


LIN
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lyly @ Minggu, 1 Juni 2008 | 19:33 WIB
asalkan qta berperilaku sewajarnya aja pasti g akan terjadi bullying alhamdulillah selama ini saya belum pernah dijadikan ojbjek bullying
ray3n @ Jumat, 23 Mei 2008 | 09:40 WIB
Bukan Game aja, Film2 hasil karya sutradara Indonesia juga banyak yang memberikan dampak buruk bagi anak2 n masyarakat. Film sekarang banyak yang tidak bermutu. bikin film jangan asal2an duong!!!!
anfit1212 @ Minggu, 18 Mei 2008 | 10:15 WIB
Bullying bisa juga timbul/ di pengaruhi oleh game, seperti game :GTA, BULLY, dll. Ingat kasus Smack Down ?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile27
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort