Cuma Ingin Merokok Pelajar SMP Nodong
Sabtu, 17 Mei 2008 | 08:55 WIB

JAKARTA, SABTU - Gara-gara ingin membeli sebungkus rokok namun tidak punya uang, dua pelajar SMP; Maulana (14) dan Andri (15), menodong dua pelajar SMP lainnya di mikrolet. Penodongan terjadi saat mikrolet melintas di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (16/5) pukul 13.00.

Maulana dan Andri adalah siswa SMP swasta di kawasan Kampungrambutan, Jakarta Timur. Sedangkan dua pelajar yang menjadi korban penodongan adalah Ibnu Fatah Yuda (14) dan Hardi (13). Keduanya siswa kelas 1 SMPN 4 di Jalan Perwira, Gunungsahari, Jakarta Pusat.

Menurut Ibnu, penodongan itu terjadi saat dia menumpang di Mikrolet M-01 jurusan Senen-Kampungmelayu . Saat itu kedua siswa yang tinggal di Jalan Gunungsahari 10 itu menumpang mikrolet dari depan Mal Golden Trully, Jalan Raya Gunungsahari.
Keduanya hendak menuju rumah temannya di kawasan Kampungmelayu untuk suatu keperluan. "Saat mikrolet melintas di Terminal Bus Senen, ada dua orang yang naik," ujar Ibnu.

Ibnu dan Hardi tidak curiga dengan Maulana dan Andri, karena menggunakan celana pendek biru. Namun, setelah mikrolet melaju beberapa ratus meter dari Terminal Bus Senen, tiba-tiba Maulana dan Andri meminta paksa duit dan ponsel milik Ibnu dan Hardi. Untuk mengancam, Andri mengeluarkan clurit dan menodongkan ke Ibnu dan Hardi.

Karena tidak punya ponsel, Ibnu memberikan uang Rp 2.000 dan Hardi memberikan uang Rp 1.000. "Tapi mereka tetap minta ponsel kepada kami, tapi kami nggak punya ponsel. Makanya kami nggak memberikannya," ujar Ibnu.

Karena khawatir jadi korban pembacokan, Ibnu dan Hardi memilih untuk lompat dari dalam kabin mikrolet. Aksi itu dilakukan saat mikrolet melintas tepat di kantor Polrestro Jakarta Pusat sambil berteriak bahwa mereka adalah korban penodongan.
Polisi yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Ibnu dan Hardi. Lalu polisi segera mengejar mikrolet itu dengan motor. Untungnya, mikrolet melaju pelan, sehingga dengan mudah polisi menghentikan laju mikrolet dengan cara memalangkan motor di depan mikrolet.

Maka, dengan mudah polisi menangkap Maulana dan Andri. Menurut Maulana, niat awal mereka adalah ingin tawuran. "Saya diajak Andri untuk tawuran, tapi saat melihat ada dua penumpang murid SMP, timbul niat kami untuk menodong," ujarnya.
Dikatakan Maulana, rencananya hasil penodongan itu akan dibelikan sebungkus rokok. Maulana dan Andri mengaku hanya mengantungi sisa uang jajan Rp 5.000.
"Uang ini hanya cukup untuk ongkos angkutan umum. Kalau dapat nodong kan bisa beli rokok dua bungkus," ujar Maulana.


Sigit Nugroho
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 1 A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
icha @ Kamis, 5 Juni 2008 | 11:12 WIB
boleh miskin harta tapi jangan miskin hati donk
tugiyanta @ Minggu, 18 Mei 2008 | 07:38 WIB
polisi harus tegas menangani kasus-kasus seperti ini, tidak pandang bulu meskipun mereka masih dibawah umur.
frans @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 23:33 WIB
kecil kecil udah nodong, udah gede mau jadi apa ?? perampok ???
kimoii @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 09:47 WIB
bodoh!!!gara2 kemiskinan ato memang mentalnya yach??!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
Kompas Mobile58
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort