
TIMIKA, SABTU - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Timika , Kabupaten Mimika, Papua berkekuatan 14 Mega Watt hingga kini belum dikerjakan.
Kepala PLN Ranting Timika, Trimanto mengungkapkan, terhambatnya pengerjaan proyek PLTU yang berlokasi di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur tersebut karena belum rampungnya proses tender antara PLN Pusat dengan PT MBW di Jakarta. "Sampai sekarang masih dalam proses tender di Jakarta," kata Trimanto.
Berlarut-larutnya proses tender PLTU Timika juga akan berpengaruh terhadap waktu pengerjaan, padahal proyek PLTU Timika diproyeksikan akan beroperasi pada tahun 2010 mendatang.
Proyek PLTU Timika merupakan salah satu bagian dari 35 proyek serupa di seluruh wilayah Indonesia, dalam rangka mengatasi krisis listrik yang melanda hampir seluruh daerah di tanah air. Selain di Timika, proyek serupa juga akan dibangun di Jayapura dengan kekuatan 10 Mega Watt.
Menurut Trimanto, saat ini kondisi PLN Ranting Timika sudah jauh lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya, kejadian pemadaman listrik makin jarang terjadi.
Saat ini, PLN Timika mengoperasikan 11 unit mesin pembangkit, 6 unit milik PLN ditambah 5 unit yang dikontrak dari pihak swasta dengan kemampuan daya
seluruhnya mencapai 8,5 Mega Watt.
Adapun 5 unit mesin kontrak tersebut selama ini dikontrak dengan dana bantuan dari Pemda Mimika sebesar Rp 262 juta per bulan. Namun masa waktu bantuan dari Pemda Mimika tersebut telah berakhir pada 30 April
lalu.
"Saat ini kami sementara melobi Pemda Mimika untuk memperpanjang pemberian subsidi kepada PLN Ranting Timika. Jika PLN Timika tidak lagi mendapat subsidi dari Pemda sudah tentu PLN tidak sanggup melayani masyarakat," kata Trimanto.
Pelanggan PLN Timika saat ini tercatat sebanyak 10.500 dengan daftar tunggu sekitar 10 ribu. Beberapa calon pelanggan yang masuk daftar tunggu membutuhkan suplai daya listrik yang sangat besar seperti Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) 600 KVA, RSUD 1000 KVA, Pasar Sentral 3000 KVA, Sentra Pendidikan 1000 KVA, PT Indo Papua 1000 KVA, PT Gelael 200 KVA dan lainnya.
Guna memenuhi kebutuhan daya listrik seluruh masyarakat di kota Timika, PLN setempat membutuhkan daya sekitar 15 Mega Watt. Masyarakat bersama Pemda dan DPRD Mimika sangat berharap status PLN Ranting Timika bisa ditingkatkan menjadi cabang. Aspirasi masyarakat tersebut sudah disampaikan ke PLN Pusat namun hingga kini belum ada realisasinya.
"Jika status PLN Timika ditingkatkan menjadi cabang tentu kebijakan dan pelayanan ke depan jauh lebih baik dari sekarang karena saat ini seluruh kebijakan masih bergantung pada kantor cabang di Jayapura," tutur Trimanto.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |