Beban Berat Markis Kido
Markis Kido/Hendra Setiawan
Jumat, 16 Mei 2008 | 23:44 WIB

JAKARTA, JUMAT - Markis Kido selalu memiliki kata-kata untuk menguatkan hati adiknya, Pia Zebadiah. Namun ia kehabisankata-kata itu untuk menghibur dirinya.

Semuanya ini dirasakan pemain ganda putera bulutangkis Indonesia ini, sejak ayah mereka, Djumharbey Anwar meninggal dunia,lebih dari 40 hari lalu.  Ayah mereka meninggal dunia setelah sempat sakit beberapa lama akibat penyakit jantung yang dideritanya. Markis Kido merupakan anak kedua, sementara Pia Zebadiah anak bungsu pasangan Djumharbey Anwar dan Yul Asteria Zakaria.

"Selama ayah sakit kami memang sangat dekat dengan beliau," katanya. "Begitu pun ayah selalu ingin dekat dengan kami. Semangat hidupnya ebsar sekali. Makanya saat simulasi di Bandung, ia memaksa untuk nonton, meski sudah kami larang."

Djumharbey adalah orang yang sangat mendukung Markis dan Pia menekuni olahraga bulutangkis sebagai hobi dan kemudian profesi "Pada awalnya beliau meminta kami mengikuti olahraga renang. Ketika kami kemudian beralih ke bulutangkis, beliau sangat mendukung."

Baik Kido dan Pia memang berusaha menyenangkan hati ayah mereka yang sedang sakit tersebut. Apalagi hal ini diminta oleh ibu mereka, Yul Asteria zakaria. "AYah sempat meminta dibuatkan kolam di rumah dan bersuaha kami penuhi. Sekarang kolam itu baru selesai."

Sejak ayahnya sakit, Markis mengaku  kerap mendapat perasaan buruk tentang kondisi ayahnya. Perasaan ini  kemudian sering menghantuinya dan diakuinya mengganggu konsentrasi dalam latihan. "Namun saya dapat melupakannya saat bertanding. Justru saat sedang tidak ada kegiatan hal itu mengganggu sekali, terutama saat harus beristirahat."

Ketika kemudian ayahnya meninggal dunia, Markis mengaku merasa kehilangan sesuatu dalam dirinya. "Saya selalu merasa akan terjadi sesuatu pada ayah dan ternayata benar-benar terjadi."

Sepeninggal ayahnya, Markis mengaku mendapat dua beban. Ia harus mengatasi perasaan kehilangannya itu dan mendampingi adiknya, Pia Zebadiah melalui masa sulit ini. Untuk yang kedua ini, ia melakukannya dengan baik. Pia sempat mengaku karena adanya Markis ia masih mampu mempertahankan motivasi dan semangatnya dalam latihan.

Nyatanya pendampingan dan penghiburan dari Markis ini sangat berpengaruh pada Pia.  Di arena Piala Uber 2008 ini, Pia mampu mengalahkan lawan-lawannya dari babak kualifikasi grup hingga di babak semifinal menghadapi tim Jerman. Ia mengalahkan Karin Schnaase 21-7 21-16 dan membawa Indonesia mengalahkan Jerman 3-1 dan  lolos ke final Piala Uber menghadapi tim China, Sabtu (17/5).

Usai pertandingan, Pia mengatakan ia dapat emngatasi rasa kehilangan ayahnya karena adanya sosok kakaknya, Markis Kido "Markis selalu mengatakan  kita harus melupakan segalanya karena waktu terus berjalan," kata Pia, 19. Anjuran itu membuatnya berusaha menekan kesedihan dan  bermain sebaik mungkin.

Namun buat Markis sendiri, rasa kehilangan itu tidak mudah dilupakannya. Ia seperti kehilangan kata-kata untuk memotivasinya melupakan kepedihan dan berpikir untuk masa depan. "Ternyata untuk melakukannya tidak semudah mengucapkannya."

Dalam  pertandingan semifinal Piala Thomas menghadapi Korea Selatan, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan gagal mempersembahkan poin  buat tim Indoensia. Mereka dikalahkan pasangan Korea Selatan Jung Jae Sung Jung/Lee Yong Dae Lee dalam rubber-set 19-21 21-18 10-21.

Kekalahan pasangan peringkat satu dunia ini akhirnya memukul tim Indonesia yang harus menyerah 0-3 dari Korea Selatan. Tim negeri ginseng ini lolos ke final untuk menghadapi juara bertahan China, Minggu (18/5).

Markis mengaku tidak habis mengerti mengapa  tidak mampu bermain lepas dan melapaskan diri dari tekanan. "Saya butuh sesuatu untuk melepaskan beban pikiran ini. Saya harap menjelang olimpiade ini saya dapat lebih berkonsentrasi." (Tjahjo Sasongko)


A. Tjahjo Sasongko
Nilai 5 A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
tIkA @ Selasa, 24 Juni 2008 | 06:51 WIB
buat kiDo tTep smanGadH aJ yaW,,,,,,, q selaLu ngeduKung koG,,,,,,,, yakin Kalo akN meNang,,,, tetP smaNgadH n Sehat,,,,, Muach,,,,,,,,,,,,,,,,
a.hasniar @ Kamis, 22 Mei 2008 | 13:27 WIB
markis n pia maju truzzz pasti ayah bahagia disana/ buat pebulu tangkis indonesia chayoooooo
echie @ Rabu, 21 Mei 2008 | 14:03 WIB
maju terus bwt atlet bulutangkis indonesia.kalian semua sudah bermental pemenang.
dwi @ Senin, 19 Mei 2008 | 16:41 WIB
mungkin blum saatny INDONESIA mendapatkan THOMAS ataupun UBER. tpi permainan TIM THOMAS dan UBER sangat maksimal. maju truZ KIDO :)
nery @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 21:45 WIB
you are always the best. we love you all.... hidup indonesia
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile34
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort