
MAKASSAR, JUMAT - Komoditi jagung dan padi Sulsel akan menjadi percontohan nasional (pilot project) dalam hal pengembangan dan pembudidayaannya.
Hal itu dirumuskan dalam pertemuan antara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Jumat (16/6).
Syahrul yang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Luthfi Halide, Karo Humas dan Protokol Jufri Rahman, Wakadis Kehutanan Annas GS, dan akademisi Unhas Imam Mujahid hari ini melakukan sejumlah pertemuan. Selain bertemu Anton, juga melakukan pertemuan dengan pihak Bulog dan CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa.
Terkait dengan rencana pengembangan komoditi padi dan jagung, Syahrul akan mengumpulkan bupati dan wali kota se-Sulsel, Senin depan.
Sehari sebelumnya, Syahrul dan rombongan bertemu manajemen Daewoo, perusahaan asal Korea Selatan dan menyepakati kerja sama penyediaan stok jagung 2 juta ton per tahun.
Menurut Luthfi, pihak Bosowa menawarkan keinginan untuk mendukung sektor pertanian Sulsel dengan menggelar program mekanisasi pertanian di daerah ini yakni Pelayanan Jasa Alsin Pertanian.
"Bosowa akan menyediakan peralatan pertanian yang bisa digunakan petani dengan sistem sewa bertarif murah," ujarnya. Petani bisa membayar setelah panen. (Tribun Timur/Firmansyah)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |