SPBU Batasi Penjualan Premium dan Solar
Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), warga mulai mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka, seperti yang terlihat di SPBU Sidorejo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (9/5). Untuk menghindari adanya penimbunan, pihak SPBU tidak melayani pembelian BBM dengan menggunakan jeriken.
Jumat, 16 Mei 2008 | 22:34 WIB

JAKARTA, JUMAT - PT Pertamina Unit Pemasaran BBM Retail Region III yang meliputi wilayah Jakarta, Jabar, dan Banten mengeluarkan surat edaran yang mengimbau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) membatasi penjualan premium dan solar bersubsidi.

Surat edaran tertanggal 15 Mei 2008 yang ditandatangani General Manager Pemasaran BBM Retail Region III, Wahyudin Akbar tersebut ditempelkan di sejumlah SPBU di Jakarta, Jumat (16/5).

Melalui surat edaran yang bersifat imbauan tersebut Pertamina berharap masyarakat tidak melakukan penimbunan premium dan solar bersubsidi menjelang kenaikan harga.

Dalam surat tersebut pembelian premium untuk setiap kendaraan pribadi dibatasi maksimal Rp 75.000, angkutan umum Rp 100.000, dan sepeda motor Rp 15.000.

Sedang pembelian solar untuk setiap kendaraan pribadi Rp 75.000, angkutan umum Rp 100.000, truk Rp 250.000, dan bus antarkota Rp 250.000.


IMA
Sumber : ANT
A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sinister @ Senin, 19 Mei 2008 | 10:56 WIB
Kebijakan ini dapat memberikan dampak yang positif, minimal pemerataan bagi bangsa ini. Kabarnya BBM hanya diminati oleh orang-2 kaya saja, sekarang waktunya untuk keadilan.
Hega @ Senin, 19 Mei 2008 | 08:51 WIB
gak usah bingung... spbu banyak. disini beli Rp 75.000, didepan kan ada spbu lagi, ya tinggal beli lagi Rp 75.000, masih kurang juga? ya ntar jg ada spbu lagi. ya tinggal beli lagi he..he..he.. aturan aneh.
caesar @ Minggu, 18 Mei 2008 | 20:21 WIB
BBM sebaiknya mengikuti harga pasar saja, toh kalau nanti harga minyak bumi yang sy dengar mungkin rencananya bisa mencapai US $ 200 per barel, sebaiknya kita rakyat Indonesia harus bisa menerima kenyataan akan konsekuensi globalisasi. Kita bisa dan harus bisa mencari jalan keluar untuk menghadapi kenyataan ini. Pemerintah sebaiknya gencar mendidik masyarakat untuk mempunyai kesadaran dalam pengelolaan keuangan untuk tujuan hemat dan efisien.
chonk @ Minggu, 18 Mei 2008 | 10:51 WIB
kalau BBM subsidi dibatasi.,tapi kalo non subsidi kenapa gak ada pembatasan.?,apa karena harga non subsidi yang tinggi..?.,jadi mending dijual aja ke industri2,khan untungnya gede.,logis gak tuh..?
dyan @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 10:49 WIB
kalau bisa batasi penjualan mobil khususnya mobil pribadi
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort