PLN Purwokerto Berhemat Sampai 6,1 MW
Jumat, 16 Mei 2008 | 22:01 WIB

PURWOKERTO, JUMAT - Selama dua hari belakangan ini, PLN Area Pelayanan Jaringan Purwokerto menghemat penggunaan listrik sampai 6,1 megawat. Hal itu menyusul berkurangnya pasokan listrik dari tujuh pembangkit listrik di Jawa akibat kekurangan bahan bakar minyak.

Asisten Manajer Distribusi Listri PLN APJ Purwokerto, Mas Supriyanto, Jumat (16/5), mengatakan, penghematan itu akan terus berlangsung sampai Sabtu pekan ini.  “Diupayakan, setelah hari Sabtu, pasokan listrik bisa lancar kembali,” ujarnya.

Penghematan listrik itu mengakibatkan kebutuhan listrik wilayah APJ Purwokerto yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, berkurang dari 178 MW menjadi 171,9 MW. Penghematan itu dilakukan dengan cara meminta kepada 15 pelanggan besar PLN yang umumnya industri tak lagi menggunakan listrik dari PLN, melainkan menggunakan genset.

“Dari 15 pelanggan besar itu, dapat dihemat sampai 4,8 MW. Sisanya, penghematan itu dipenuhi dari rumah tangga yang selalu kami himbau agar mengurangi penggunaan listrik rumah tangganya,” kata Supriyanto menjelaskan.

Penghematan listrik itu sendiri, lanjutnya, disebabkan berkurangnya produksi listrik pada sejumlah pembangkit listrik di Jawa yang mengandalkan BBM. “Dari surat edaran yang kami terima dari kantor pusat, diberitahukan ada beberapa pembangkit yang beberapa hari belakangan ini kesulitan memperoleh BBM. Karena itu, APJ Purwokerto dijatah untuk menghemat listrik hingga 6,1 MW,” tuturnya.

Namun akibat penghematan ini, Supriyanto meyakinkan, tak ada pemadaman listrik secara bergilir. “Kami berusaha mengandalkan penghematan ini pada 15 pelanggan besar kami. Sejauh ini, upaya ini cukup berhasil,” ucapnya.

Selain akibat kesulitan BBM, menurut Supriyanto, ada pula sejumlah pembangkit listrik yang sedang menjalani perawatan terhadap mesin pembangkitnya sehingga jumlah produksinya berkurang. “Salah satunya seperti PLTU Cilacap,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Direktur Teknik Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap, Sutikno membenarkan hal itu. Menurutnya, saat ini satu dari dua unit turbin yang ada sedang dalam perawatan. “Perawatan ini berlangsung selama dua bulan, dan pada akhir Mei akan selesai,” katanya.

Dijalaninya perawatan tersebut, produksi listrik PLTU Cilacap saat ini hanya bisa mencapai separuh dari kapasitas normal, yakni 300 MW. “Kalau kedua turbin itu berjalan, produksi listrik per hari bisa mencapai 600 MW. Tapi karena yang satu unit sedang perawatan, produksinya saat ini hanya bisa separuh,” ujarnya.

Terkait pasokan bahan bakar batubara, Sutikno meyakinkan, tak ada hambatan. “Pasokan batubara dari Kalimantan tetap lancar. Kami juga sudah memiliki cadangan sampai 120.000 ton, dan itu bisa digunakan untuk menjalankan satu turbin selama 40 hari,” katanya.


MDN
Share on Facebook
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
bagong @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 20:41 WIB
makanya kalau pemerintah melirik pembangkit listrik tenaga nuklir ngak usah demo,jangan hiraukan provokator mahasiswanya juga bisanya cuma demo ,bantu berpikir tu para mentri jangan malah demobikin negara tambah kacau,pak amin juga ngak bisa jadi pemimpin negara malah jadi pemimpin demo haha,semua usaha ada resikonya men ,kalau dah begini pemerintah disalahkan lagi, benar kata pak harto memimpin indonesia itu susah kebanyakan orang pintersih......
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16