Lagu Baru SBY Diluncurkan Kangen Band
Kangen Band
Jumat, 16 Mei 2008 | 21:23 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A

JAKARTA, JUMAT-  Kelompok musik pop manis asal Lampung, Kangen Band, meluncurkan lagu baru yang syairnya dibuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (16/5). Lagu baru berjudul Lorong Berujung dibuat Presiden untuk menyambut 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Lagu Lorong Berujung yang dinyanyikan Kangen Band dalam ulang tahun kesembilan Rakyat Merdeka. Lagu ini merupakan lagu baru kedua yang diluncurkan ke masyarakat setelah satu album karya SBY berjudul Rinduku Padamu diluncurkan November 2007 yang melibatkan beberapa artis seperti kelompok musik Kerispatih.

Lagu karya SBY terakhir yang diluncurkan berjudul Save Our Planet untuk menyambut KTT Perubahan Iklim di Bali, Desember 2007. Menurut produser album Rinduku Padamu Dharma Oeratmangun, Presiden sudah siap meluncurkan album kedua dengan beberapa lagu baru. Video klip beberapa lagu di album pertama juga telah disiapkan, tinggal menunggu masa tayangnya.

Lagu Lorong Berujung yang dinyanyikan dengan tempo lambat, sendu, dan meninabobokan itu bertutur tentang ajakan bersatu dalam kondisi apapun. Di tengah masa transisi yang panjang saat ini, ada harapan dan ada cahaya di ujung lorong.

Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono yang mengenakan batik berwarna biru menikmati lagu karyanya dinyanyikan.

Dihibur Tukul

Dalam acara itu, tampil juga pelawak Tukul Arwana yang terkenal dengan acara bincang-bincang Empat Mata di televisi. Tukul tampil lepas dan menghibur saat mewawancarai Ketua KPK Antasari Azhar.

Presiden dan Ny Ani sempat tertawa terpingkal-pingkal beberapa kali saat Tukul bertanya dan berdialog dengan Antasari.Tukul misalnya bertanya kenapa KPK memeriksa kado pernikahan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Apakah KPK sudah berubah menjadi Komisi Pemeriksa Kado? Hadirin yang masih hangat ingatannya dengan kasus ini terpingkal-pingkal, termasuk Presiden, Ny Ani, dan para pejabat yang hadir.

Dialog dengan Antasari merupakan terjemahan tema ulang tahun Rakyat Merdeka yaitu "Korupsi, No!" Dalam sambutannya Presiden menegaskan kembali pendiriannya. Meskipun ada rintangan dan perlawanan, pemberantasan korupsi harus terus jalan, tidak boleh berhenti. "The show must go on," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.


INU
Share on Facebook
A A A
Ada 11 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Afan Kurniawan @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 12:42 WIB
Menjelang 100 tahun Kebangkitan Nasional seharusnya bangsa sudah menjadi maju, tapi sangat berlawanan dengan keadaan saat ini. Semua kebutuhan pokok naik. Yang mau saya pertanyakan adalah, apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? untuk masalah lagu cukup bagus, tapi dimana keseriusan bapak untuk menjadi presiden?
Janikiyut @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 09:23 WIB
Ayo donk Pak Presiden, cepetan kerja yang serius, biar negara kita kembali aman, nyaman dan tenteram. Kapan sih negara kita makmur, kalo negara kita makmur kan aku nggak bakalan jadi TKI, capek tau nggak hidup kayak gini mulu
ridzky @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 08:47 WIB
lagu curahan hati pak pres???
ddy @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 01:39 WIB
tebar pesona lagi nih yeee...ga bosen-bosen, pak presiden? beresin negara dulu deh..jgn tebar pesona terus..
ayutje @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 01:01 WIB
Eh... rakyat..!! yuuukkk... pilih aja si TUKUL ARWANA jadi PRESIDENT jalan pemikiranya malh gak terlalu berbelit wong ndeso tapi malah mikirin wong cilik... orang katrok malah mungkin GAK LUPA DARATAN. bisa bikin orang ketawa lagi .. mulai dari golongan rakyat jelata pek pak SBY (presiden???). coba mana ada rakyat kecil yang bisa ketawa dari aparat pemerintah????? mereka sampai sekarang hanya bisa bikin MENJERIT SAJA ....!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1