35.260 Butir Ekstasi Eks Malaysia Disita
Jumat, 16 Mei 2008 | 21:17 WIB

Laporan wartawan Kompas Andy Reza Hidayat

MEDAN, JUMAT- Petugas Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe A4 Teluk Nibung, Kabupaten Tanjung Balai, Sumatera Utara, menyita 35.260 butir ekstasi asal Malaysia. Petugas juga menahan dua pembawa barang terlarang berinisial JI (22) warga Malaysia dan RU (48) warga Indonesia.

"Petugas kami menemukan ekstasi itu disembunyikan dalam tas koper hitam dilapisi handuk dan tisu di sekoci kapal feri Aman Tiga (milik perusahaan Malaysia)," kata Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe A4 Teluk Nibung Nazarudin, Jumat (16/5) saat memberikan keterangan dari Teluk Nibung, Tanjung Balai.

Saat sandar di pelabuhan pukul 20.30 petugas mengecek seluruh bagian kapal yang sudah tidak berpenumpang. Di bagian belakang di dalam sekoci kapal, petuags menemukan sebuah tas hitam berisi 36 kotak karton. Dalam kotak tersebut terdapat ribuan pil aneka warna bergambar bunga, walet, dan bintang.

Awalnya, petugas mengira pil dalam tas itu adalah obat-obatan biasa. Namun setelah dicek bersama petugas Kepolisian Resor Tanjung Balai, ternyata barang tersebut ekstasi yang terlarang beredar bebas.

Saat pemeriksaan berlangsung, tuturnya, kedua pemilik barang kabur ke Medan dengan memakai mobil sewaan. Selanjutnya, petugas Bea dan Cukai bekerjasama dengan Pangkalan TNI AL Teluk Nibung dan Polres Tanjung Balai mengejar pemilik barang yang akhirnya berhasil ditangkap di Tanjung Mulia, Deli Serdang Jumat (16/5) dini hari pukul 02.00.

Hingga berita ini diturunkan, petugas mengamankan barang bukti dan pemilik barang di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe 4 Teluk Nibung. Penangkapan pil ekstasi dalam jumlah besar di pelabuhan itu merupakan peristiwa pertama sejak Nazarudin bertugas.

Dia mengakui, sebelumnya pelabuhan itu dikenal masyarakat sebagai pintu keluar masuk barang ilegal. Belakangan pengawasan barang ilegal itu mulai mendapat pengawasan ketat. Sayangnya, peningkatan kerja ini tidak diimbangi dengan peralatan memadai petugas di lapangan. "Pengawasan yang kami lakukan selama ini hanya dengan mengandalkan insting," katanya.


NDY
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan r...
Kompas Mobile3
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort