
MANILA, JUMAT - Pegawai bank dan seorang satpam bank disuruh berdiri berjajar. Setelah itu, satu per satu kepala mereka ditembak dari jarak dekat. Sembilan orang itu tewas seketika. Seorang korban lainnya dalam kondisi kritis.
Begitulah ulah perampok bank Rizal Commercial Banking Corp, cabang Kota Cabuyao di Provinsi Laguna, sebelah selatan ibukota Filipina, Manila, Jumat.
Ketika polisi tiba di gedung bank itu mereka mendapati jasad para pegawai bank tersebut tergeletak berserakan bersimbah darah. Selongsong peluru berserakan di sekitar tubuh mereka. Sebuah senapan laras pendek ditemukan di luar gedung.
"Ini ulah setan, dan kita tidak akan membiarkan pelaku melenggang bebas," kata Ricardo Padilla, kepala polisi kota setempat,"Eksekusi dilakukan gaya gangster. Setiap korban ditembak di kepala saat mereka berdiri berjajar."
Polisi mengetahui kasus tersebut setelah memperoleh laporan melalui telepon dari nasabah yang mendapati pintu bank itu tertutup rapat, padahal seharusnya sudah buka.
Menurut Padilla, perampok mungkin menggunakan senjata api berperedam suara, karena orang-orang di sekitar bank itu tidak mendengar suara tembakan.
Masih belum diketahui berapa banyak uang yang digondol para perampok brutal tersebut. Dua satpam bank yang seharusnya bertugas tidak diketahui keberadaannya. Mereka diduga terlibat.
Kejadian perampokan bank kerap terjadi di Filipina. Namun, kejadian tersebut tercatat sebagai perampokan tersadis sepanjang sejarah negeri itu.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |