Pikiran Tak Rasional tentang Perkawinan
Jumat, 16 Mei 2008 | 11:01 WIB

    Menurut Anda, apa definisi perkawinan yang sempurna? Apakah Anda membayangkan pasangan muda yang sedang berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan mesra saat matahari terbenam?

    Atau, Anda menggambarkan seorang ibu dan seorang ayah yang sedang berpiknik di sebuah taman dengan sederetan anak-anak mereka?

    Hati-hati! Gambaran perkawinan yang sempurna yang mungkin Anda dapat dari film akan membuat hubungan Anda terasa hambar. Gambaran-gambaran ini Anda bawa dalam fantasi, lalu Anda kecewa ketika mendapatkan pasangan tidak seperti seseorang yang Anda bayangkan.

    Anda sebenarnya dapat menciptakan perkawinan yang sempurna menurut versi Anda dengan pasangan. Langkah pertama adalah lebih mendekatkan diri dengan pasangan. Fantasi-fantasi tadi dapat mengacaukan pikiran jernih Anda. Sangat penting untuk mengerti bahwa perkawinan yang sempurna tidaklah seperti yang Anda lihat di film-film ataupun dongeng.

    Bagaimanapun, harapan yang tidak realistis terhadap pasangan membuat Anda tidak menghargai pasangan. Bila selalu mengharapkan pasangan menjadi seseorang yang ada dalam fantasi Anda, bagaimana Anda dapat melihat kelebihan-kelebihannya?

    Dengan kata lain, jangan coba membandingkan pasangan dengan karakter yang Anda lihat di film karena karakter itu tidak nyata. Pada saat film selesai, Anda kembali harus memasak, membayar tagihan, dan mengurus anak-anak. Karakter di dalam film tidak menghadapi tantangan sehari-hari di dalam kehidupan yang Anda jalani.

HARAPAN SEMU
    Terkadang, orang memiliki harapan yang tidak realistis terhadap pasangannya. Misalnya, berharap pasangannya selalu sependapat mengenai segala hal.

    Bila Anda menginginkan suatu hubungan yang baik, Anda harus melupakan harapan-harapan yang tidak realistis terhadap pasangan. Perkawinan yang realistis melibatkan dua orang dengan pendapat dan selera yang berbeda sehingga memperkaya hubungan Anda berdua.

    Salah satu cara terbaik untuk melepaskan harapan yang tidak realistis dari pasangan adalah dengan memusatkan perhatian Anda pada kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

BERPIKIR POSITIF
    Catatlah gambaran-gambaran yang luar biasa mengenai pasangan Anda. Bila Anda mulai berfantasi dan berpikiran yang tidak-tidak, baca kembali apa yang telah Anda tulis.



A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
anti @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 12:03 WIB
spt saya yang selalu diam walaupun suami bullying thd saya dan anak2 saya dengan kekerasan verbal. kadang saya ingin kabur tp bagaimana klo anak2 yang saya tinggal jadi korban? biarlah saya yang berkorban untuk rumah tangga yang utuh.
kezia @ Kamis, 22 Mei 2008 | 12:40 WIB
setuju bgt, kehidupan yg kita jalani ga spt yg kita lihat di tv. Tp sekali2 boleh lah berfantasi spt yg kita lihat tp dr segi positifnya, apalagi klo itu mendukung utk keintiman suami-istri biar lebih....gmn gitu itu seh menurut saya gpp, sah2 saja toh!!!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile41
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort