Pelaku Unjuk Keahlian
Jumat, 16 Mei 2008 | 10:57 WIB

JAKARTA, JUMAT-Bocah korban mutilasi mirip korban Robot Gedek yang ditemukan di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/5) pagi, dinilai akhir psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, dibunuh oleh orang terlatih.

Potongan yang relatif rapi pada tubuh korban menunjukkan sosok pembunuh melakukannya dengan tenang dan tak tergesa-gesa. "Disebut terlatih, karena kemungkinan pelaku sudah pernah memutilasi atau belajar dari kejadian serupa lewat media massa," kata Reza saat dihubungi Warta Kota Kamis (15/5) malam.

Reza mengatakan, fakta anus serta kemaluan korban terluka kemaluan korban terluka menunjukkan kemungkinan besar korban disodomi sebelum dibunuh dan dimutilasi. Sodomi atau kekerasan seksual pada korban, bukan berarti pelakunya pengidap pedofilia  atau orang yang suka berhubungan seks dengan anak-anak.

Reza menduga pelaku mutilasi Pulogadung adalah seorang molesterfakultatif ,yakni orang yang berhubungan seks dengan anak-anak hanya karena terpaksa dan tidak mempunyai penyaluran.

Menurut Reza, seorang molesterfakultatif memiliki perilaku seksual yang normal atau lebih suka berhubungan seks dengan lawan jenis. Namun, karena tidak bisa menyalurkan hasrat seksnya, seperti tak punya uang atau hal lain, maka seorang molesterfakultatif memilih melakukannya dengan anak-anak.

"Bila punya uang banyak, maka seorang molesterfakultatif lebih suka berhubungan seks dengan lawan jenis, misalnya datang ke tempat prostitusi. Sedangkan pengidap pedofilia, sampai kapan pun hanya suka berhubungan seks dengan anak-anak," katanya.

Reza menduga, melihat kardus berisi potongan tubuh korban diletakkan di tempat umum, pelaku memiliki motif demonstratif, yakni unjuk keahlian dan menguji kemampuan polisi.

Unjuk keahlian dan menguji kemampuan polisi, kata Reza, dikarenakan pelaku pernah melakukan hal yang sama sebelumnya. Pelaku akan sangat pintar dan semakin yakin tak akan ketahuan polisi. "Dalam peristiwa di Terminal Pulogadung, saya pastikan pelakunya dari kelas ekonomi bawah," tambahnya.

Reza mengatakan, polisi sebaiknya melakukan investigasi dengan mendatangi dan mendekati kelompok-kelompok anak jalanan dan mencari tahu adakah kelompok anak jalanan yang kehilangan temannya. "Dari sini awal penyelidikan polisi akan berkembang, tergantung temuan di lapangan nantinya," katanya.

Kondisi mayat bocah korban mutilasi dan korban kekerasa seksual yang ditemukan di Terminal Bus Pulogadung, Kamis (15/5), mirip dengan mayat bocah korban mutilasi dan korban kekerasan seksual yang ditemukan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, akhir Desember 1996. Keduanya juga sama-sama ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.

Data yang dihimpun Warta Kota  menyebutkan, Kaditserse Polda Metro Jaya saat itu, Kolonel (Pol) Paimin AB, menduga pelaku mutilasi yang membuang mayat korbannya di Klender adalah kawan Robot Gedek yang bekerja sebagai buruh bangunan. "Mereka sering tukar pasangan," katanya. Pada bulan Desember itu, Robot Gedek sudah ditahan polisi.

Fakta lain yang diperoleh Warta Kota adalah, Robot Gedek awalnya disangka membunuh 10 anak jalanan, delapan di Jakarta dan dua di Jawa Tengah. Hal ini didasarkan pada penemuan 10 mayat bocah dengan ciri-ciri yang hampir sama, yakni ada bekas kekerasan seksual. Diduga, para bocah itu dihabisi setelah disodomi.

Namun, di persidangan Robot Gedek didakwa dan divonis karena menghabisi enam anak jalanan. Dengen demikian, ada empat korban yang belum diketahui pelakunya. Padahal keempat korban itu tewas dalam kondisi mirip dengan korban-korban Robot Gedek.

Dengan kata lain, ada "Robot Gedek" lain yang masih berkeliaran ketika Robot Gedek sudah ditahan. Di sisi lain, menurut catatan Warta Kota , rekan Robot Gedek yang buruh bangunan tersebut, sejauh ini belum tertangkap. Mungkinkah rekan Robot Gedek itu beraksi lagi? (Warta Kota/Sab, Bum)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ABDULLAH @ Selasa, 20 Mei 2008 | 02:55 WIB
Untuk pemerkosa sekalian pembunuh seperti ini tolong di adili sesuai dengan ketentuan yang ada di al-qur'an
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile58
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort