Tahun Ini Indonesia Kuasai Teknik Membaca Kotak Hitam
Kamis, 15 Mei 2008 | 23:18 WIB

JAKARTA, KAMIS - Mulai tahun ini, Indonesia akan menguasai teknik membaca data kotak hitam pesawat. Dengan demikian, jika terjadi kecelakaan pesawat, penyelidikan dapat dilakukan segera karena kotak hitam yang ditemukan tidak perlu lagi dikirim ke luar negeri.

"Hal ini untuk menghadapi pertumbuhan industri penerbangan nasional," ujar Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi di Jakarta, Kamis (15/5). Selama ini, Indonesia tergantung pada Australia, AS, atau Singapura untuk membaca informasi yang terekam dalam kotak hitam dari pesawat yang mengalami kecelakaan.

Untuk menguasai teknik tersebut, salah satu investigator KNKT segera dikirim belajar ke Australia. Sementara, empat investigator lainnya akan dikirim menyusul.

"Pada akhir tahun ini mereka sudah siap bekerja," ujar Tatang. Selain itu, KNKT juga mengirim dua orang investigator lainnya untuk belajar kepada Dewan Keamanan Nasional Australia (ATSB) selama setahun.

Semua aktivitas tersebut didanai hibah pemerintah Australia senilai 24 juta dollar AS. Hibah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pihak berwenang dan investigator keamanan penerbangan di Indonesia.

"Bantuan lainnya sekitar 5 juta dollar AS juga diberikan kepada KNKT," kata Tatang. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut persiapan Indonesia tertutama dalma hal infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan untuk membaca kotak hitam.


WAH
Sumber : Antara
A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Martinus @ Jumat, 30 Mei 2008 | 10:54 WIB
Bukan hanya kita bisa menguasai membaca kotak hitam, tapi membiarkan kecelakaan pewasat terjadi lagi, ini sinis dalan sains dari negara maju karen kita tak bisa urus kecelakaan pesawat. Orang lain menolak membaca karena kita tak perhatikan keselamatan penumpang, malah pihak yang bersalah tak pernah di penjara, MAAF ya, bangga atas sinisan negatip yang dikemas seolah olah positif, Ambil cermin dan berkaca, apa kita udah beres?
Boodeey @ Rabu, 28 Mei 2008 | 08:02 WIB
HEBAAAT!, kenapa g dari dulu ... kedepannya kita yg bikin black box sendiri dan eksport kesemua negara, giliran mereka yg training di negara kita. Black box dengan bahasa jawa, padang,sunda edition.
adri @ Selasa, 27 Mei 2008 | 03:51 WIB
Kalau bisa kita ga usah lagi menyekolahkan orang kita ke luar negeri. Tapi kita bikin satu badan pendidikan mengenai masalah study pembacaan kotak hitam pesawat ini.Kan bisa ngirit biaya.Kalau bisa irit kan sisa dananya bisa dialokasikan untuk bantuan rakyat kecil (BBM,Pendidikan,Kesehatan dll).Gitu aja deh sementara ini komentar ana.Wassalam
Suheng @ Kamis, 22 Mei 2008 | 11:16 WIB
Mahal gpp deh demi kemaslahatan masyarakat biar tingkat keamanan dan kenyamanan makin tinggi. Tapi jangan dikorup dong. Ntar kualitas SDM nya malah ancur.
haris @ Minggu, 18 Mei 2008 | 07:42 WIB
>vie2 dananya khan hibah yang tujuannya adalah untuk dipakai belajar. jadi jangan disalahgunakan, dipakai untuk kepentingan lain. kita sepatutnya bersyukur ada pihak yang ingin membantu memperbaiki kualitas penerbangan kita (meskipun tidak langsung). tapi di lain pihak kita sepatutnya malu. kok musti dibantu sama negara lain baru belajar? memangnya selama ini tidak ada inisiatif dari KNKT untuk mengumpulkan uang buat belajar ini?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile71
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort