Memberi Hadiah pada Guru, Bolehkah?
Kamis, 15 Mei 2008 | 15:51 WIB

    Belakangan, kecenderungan untuk memberikan kenang-kenangan pada guru atau wali kelas di sekolah anak ketika kenaikan kelas, makin "mewabah" di masyarakat. Ada orangtua yang memberikan kenang-kenangan ini secara individual, ada pula yang menggunakan cara iuran.

    Terkadang, orangtua bahkan memaksakan diri dalam hal ini. Sikap memberi hadiah ini, menurut konsultan pendidikan Emmy Soekresno, seharusnya dilakukan secara hati-hati, agar tidak disalahartikan. Sebab, pada dasarnya, sudah semestinya seorang guru bekerja baik dengan membimbing anak didiknya. Lagipula, untuk pekerjaannya itu mereka sudah mendapatkan imbalan tertentu dari lembaga tempat mereka bekerja.

    "Apakah penting memberikan hadiah pada seorang dokter, yang sudah membantu pasiennya menjadi sehat?" Emmy beribarat. Ia menambahkan, pemikiran seperti ini adalah salah satu upaya untuk menghindari adanya guru yang korup, pilih kasih atau tidak tulus mengajar.

    Namun, lanjutnya, kalaupun berencana memberi kenang-kenangan, boleh saja. Yang penting, orangtua harus punya niat tulus dalam hal ini, bukan untuk tujuan menyogok guru agar dia memberikan nilai bagus pada anak kita.

    "Karena itu, hadiah sebaiknya diberikan saat perpisahan kelas atau penerimaan rapor, di mana orang tidak lagi curiga bahwa orangtua menyogok," papar pendiri sekaligus pemilik Taman Bermain Jerapah Kecil ini.

    Soal caranya, daripada diberikan secara individual, Emmy menyarankan untuk memberikannya secara terorganisir. Meski secara kuantitas terbilang banyak, pemberian secara individual biasanya tergolong kurang dari sisi harga dan manfaat. Sementara, hasil iuran bisa dibelikan barang yang mempermudah guru kelas itu mengajarkan pemahaman kepada siswa, misalnya media belajar, paket buku dan sebagainya.


LIL
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
anton @ Minggu, 18 Mei 2008 | 14:31 WIB
sangat setuju, memang suatu pemberian sebagai rasa terima kasih pada guru itu banyak yang berpendapat miring namun itu semua berawal bagaimana kita menyikapinya dan buat guru apa yang diberikan ortu murid jangan dipandang sebelah mata terhadap pemberian yang satu dengan lainnya agar tidak terjadi pendapat yang negatif atas pemberian ortu murid setiap guru.
Bagus @ Jumat, 16 Mei 2008 | 23:00 WIB
Penghasilan guru tidak seberapa dibandingkan dengan seorang dokter. Dokter memberikan satu resep pada pasienya bisa lebih besar imbalanya dengan 40 resep yang diberikan seorang guru pada muridnya.Selain guru privat jarang ada, satu guru melayani satu siswa. Bila dalam kelas muridnya ada 40 tentu lebih dari itu perhatian yang diberikan pada muridnya. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri, Anak yang MBANDEL perlu perhatian yang ekstra. Apa salahnya orang berterimakasih tidak hanya ucapan.
arif @ Jumat, 16 Mei 2008 | 21:00 WIB
hanya 1 kata SETUJU...!!!
ira @ Jumat, 16 Mei 2008 | 12:15 WIB
Salah besar kalau ada orang tua kasih hadiah utk guru biar nilai anaknya bagus, Sedangkan tujuan kita utk menyekolahkan anak untuk belajar supaya pintar bukan untuk cari nilai bagus tapi tetap bodoh.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile41
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort