Sori...Minyak Cepu Edisi Awal Nggak Dijual!
Kamis, 15 Mei 2008 | 09:05 WIB

BOJONEGORO, KAMIS -Produksi minyak mentah (crude oil) sumur minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, yang dijadwalkan berproduksi akhir 2008 sebesar 20.000 barel per hari, tidak akan dijual ke luar.
    
"Produksi sumur minyak Blok Cepu tersebut akan dikelola sendiri oleh Pertamina, di antaranya melalui mini refinery di Bojonegoro dan  milik PT Humpuss Patagras di Cepu Jateng," kata Direktur PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu, Hestu Bagiyo Sunjoyo kepada Antara, di Bojonegoro, Kamis (15/5).
    
Hestu menyatakan sumur minyak Banyu Urip dijadwalkan akhir 2008 sudah berproduksi. Nantinya, distribusi minyak mentah tersebut melalui pipanisasi 6 inchi ke lapangan Mudi di Desa Rahayu Kecamatan Soko, Tuban yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java.
    
Sesuai kapasitas, minyak mentah yang diproses melalui mini refinery di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, mencapai 6.000 barel per hari, dan yang diproses di mini refinery milik PT Humpuss Patragas di Cepu Jateng sebanyak 10.000 barel per hari. "Sisanya disalurkan melalui pipa distribusi 6 inchi ke Mudi dan diolah di tempat lain," katanya.
    
Menurut dia, proses pembangunan mini refinery di atas tanah seluas 4 ha di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, sudah mulai berjalan dan dijadwalkan akhir 2008 sudah rampung.
    
Yang jelas, katanya, Pertamina berusaha mengolah sendiri produksi minyak Blok Cepu, belum ada rencana menjual ke luar. Kecuali produksi minyak mentah Blok Cepu mengalami peningkatan setelah produksi berjalan.
    
Begitu pula, menurut dia, hasil gas alam cair dari sumur Jambaran Blok Cepu di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem. Penjualan ke luar baru dibahas pada 2013.
    
Tetapi Hestu Bagiyo Sanjoyo optimistis banyak pembeli yang berminat melakukan pembelian gas alam cair produksi sumur Jambaran di Bojonegoro. "Kalau gas sudah diproduksikan, pembelinya banyak. Sekarang saja sudah ada yang ’ngantre’," katanya.
    
Sumur Jambaran di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, yang potensinya diperkirakan mencapai 1,7 triliun kaki kubik, dijadwalkan pada 18 Mei ini mulai pengeboran pembuatan sumur.
    
Pembuatan  sumur dengan kedalaman berkisar 6.000 feet-7.000 feet sekaligus untuk memastikan potensi gas yang ada di samping melengkapi satu sumur lagi untuk menambah satu sumur yang sudah ada sebelumnya yang pengeborannya dilakukan pada 2001.
 

 


XVD
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
yat1008 @ Rabu, 30 Juli 2008 | 18:31 WIB
Ingeeeet cucu n cicitmu yaaa paaak, jgn dihabiskan migasnya tuk asing. kelola sendiri migas nkri, dah banyak ahli migas wni yg kerja diluar, karna gak ada kerja di dalam nkri. semua migas dah dikuasai asing n gak mau dilepaskan.. tuu caltex, mobil dll dll dll n dll. embok malu ama cucu n cicitmu nanti, gitu aja kok report...nggampangin wae...
anto @ Senin, 19 Mei 2008 | 03:28 WIB
kalau indonesia ingin maju ya harus bisa mengolah hsil bumi sendiri tanpa ada pihak asing.kan banyak orang indonesia yg pandai. saya sependapat kalau indonesia mulai mengolah kekayaan alam sendiri, tanpa pihak asing. maju indonesia
louisa @ Kamis, 15 Mei 2008 | 16:15 WIB
kpn neeh indonesia bs mengolah minyak sendiri?? Qt tu kaya tp kenapa pemerintah slm ini lebihmemilih investor asing untuk mengolah kekayaan Qt?????????
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort