Wall Street Katrol Saham Jepang

Kamis, 15 Mei 2008 | 07:54 WIB

TOKYO, KAMIS - Harga-harga saham Jepang dibuka menguat, Kamis (15/5), dengan acuan indeks Nikkei-225 naik 50,64 poin atau 0,36 persen menjadi 14.169,19 poin dalam menit-menit pertama perdagangan, menyusul kenaikan di Wall Street tadi malam.
    
Saham-saham AS mencatat kenaikan moderat Rabu (14/5) waktu setempat atau Kamis pagi WIB, setelah sebuah laporan harga konsumen mengurangi kekhawatiran inflasi melaju cepat dan  raksasa pembiayaan (finance) mortgage Freddie Mac melaporkan kerugian yang lebih rendah dari perkiraan.
    
Indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average naik 66,20 poin atau 0,52 persen menjadi ditutup pada 12.898,38, mundur kembali dari kenaikan perdagangan harian sekitar 168 poin.
    
Indeks komposit Nasdaq naik tipis 1,58 poin atau 0,06 persen menjadi 2.496,70 dan indeks Standard & Poor’s 500 bertambah 5,62 poin atau 0,40 persen menjadi 1.408,66. "Saham-saham hari ini mendapat dukungan menyusul data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan dan sebuah laporan laba dari Freddie Mac tidak seburuk yang diantisipasi para analis," kata Jocelynn Drake dari Schaeffer’s Investment Research.
    
Departemen buruh AS mengatakan harga konsumen naik moderat 0,2 persen pada April, karena biaya energi menunjukkan stabilisasi setelah naik tajam awal tahun ini. Setelah gejolak harga pangan dan energi mereda, Indeks Harga Konsumen (IHK) inti naik tipis 0,1 persen pekan lalu.
    
"Ini sebuah laporan inflasi yang positif," kata Patrick O’Hare dari Briefing.com, yang membuktikan bahwa hal itu mendukung prediksi berkurangnya tekanan inflasi dari Federal Reserve.
    
"Laporan itu cocok dengan kajian the Fed bahwa inflasi pada bulan-bulan mendatang akan moderat," tambahnya lagi.
    
Beberapa analis mengatakan data inflasi itu menyesatkan, mungkin tidak menyatakan dengan sebenarnya melalui penyesuaian berkala berkurangnya dampak kenaikan biaya energi. "Saya ragu laporan ini akan mendesak siapa pun di the Fed bahwa inflasi tidak mengancam," kata Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.

 

 


XVD
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
18