Burung Langka Ujung Kulon Terus Diburu
Rabu, 14 Mei 2008 | 22:01 WIB

PANDEGLANG, RABU- Petugas polisi hutan (Polhut) Taman Nasional Ujung Kulon saat ini memperketat pengamanan burung langka menyusul terjadi perburuan yang dilakukan orang yang tak bertanggungjawab. "Belum lama ini petugas telah menangkap dua orang pelaku perburuan burung langka," kata Humas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Enjat Sudrajat, Rabu (14/5).

Salah satu upaya mencegah kepunahan burung langka yang dilindungi pemerintah itu,  pihaknya terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada warga yang ada di perbatasan TNUK. Sebab, saat ini banyak burung-burung yang dilindungi di kawasan TNUK diburu oleh warga setempat. Di antaranya burung jalak hitam, elang, rangkong, merak, beo, nuri, dan lain-lainnya.  

Saat ini, spesies burung langka di TNUK tercatat 17 jenis sehingga perlu pengawasan ketat agar terhindar dari kepunahan oleh ulah warga setempat yang terus melakukan perburuan. 

Perburuan dilakukan dengan cara menjebak atau menggunakan getah yang di pasang di atas pohon. "Hasil pemburuan itu mereka jual ke Jakarta dengan harga sangat tinggi," kata Enjat.

Dinas Kehutanan Kabupaten Pandeglang sendiri sangat mendukung upaya pihak TNUK untuk melindungi burung langka itu. "Bila perlu pelakunya ditindak tegas secara hukum agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya," kata Endang, Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Kehutanan Pandeglang.


msh
Sumber : Antara
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
taufik @ Jumat, 30 Mei 2008 | 12:48 WIB
emang pemerintah harus terus mensosialisikan kepada penduduk desa agar mereka ngerti kalo hewan dan burung meskipun liar tapi dilindungi karena populasi mereka yang kian hari kian berkurang. Ayo polhut jaga terus hutan di Indonesia...
mooo @ Jumat, 23 Mei 2008 | 17:29 WIB
Bukannya ngak tau tp butuh duit kali wkkkk
moses @ Minggu, 18 Mei 2008 | 13:58 WIB
de desa terkadang masyarakat kurang memahami binatang yang di lindungi.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile43
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort