
BREMEN, RABU - Ambisi negara-negara Eropa untuk menaklukkan ruang angkasa selangkah lebih maju dengan rencananya mengembangkan wahana ulang alik untuk mengantar astronot ke luar angkasa. Hal tersebut juga akan membuat negara-negara Eropa tidak tergantung kepada teknologi ruang angkasa AS maupun Russia.
Rencana tersebut diumumkan EADS (European Aeronautic Defence and Space Company), perusahaan pengembang teknologi antariksa terkemuka Eropa. Rancang bangun wahana ulang alik akan dilakukan Astrium, divisi usaha EADS, bekerja sama dengan tim ahli badan antariksa Jerman, DLR. Desain rinci pesawat uang alik buatan Eropa tersebut dipamerkan di Bremen, Jerman, Selasa (14/5). Sementara miniatur hasil perancangan akan dikenalkan kepada publik pada Berlin Air Show yang dilakukan bulan Mei 2008 ini.
Pesawat ulang alik buatan Eropa akan mengadaptasi teknologi yang dipakai pada wahana kargo Eropa bernama ATV (Automatic Transfer Vehicle). ATV telah sukses merapat ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada misi pertamanya April 2008 lalu. ATV yang sanggup membawa beban hingga lima ton dilengkapi teknologi navigasi dan sistem merapat otomatis yang terbukti handal.
Namun, para insinyur Eropa harus melakukan sejumlah modifikasi. Sebab, ATV tidak didesain menjadi pesawat berawak dan hanya ditujukan untuk mengirimkan logistik ke ruang angkasa saja, selanjutnya dimusnahkan. ATV juga tidak dilengkapi lapisan pelindung panas yang tahan suhu ribuan derajat Celcius saat pesawat menembus atmosfer untuk kembali mendarat di permukaan Bumi.
Tantangan terbesar yang dihadapi Astrium saat ini adalah memastikan bahwa para insinyurnya menguasai teknologi lapisan pelindung panas yang menjadi kunci sukses sebuah pesawat ulang alik. Eksekutif senior Astrium, Evert Dudok dan direktur DLR, Johann-Dietrich Worner yakin modifikasi ATV menjadi pesawat ulang alik tidak akan menghabiskan dana sampai miliaran Euro. Uji coba pesawat pertama ditargetkan dapat dilakukan tahun 2013. Sementara pengiriman wahana dengan awaknya diharapkan dapat dilakukan antara empat hingga lima tahun berikutnya.
Program pengembangan pesawat ruang angkasa pernah dicanangkan ESA pada tahap awal pengembangan roket Ariane 5. Namun, rencana pembuatan pesawat yang diberi kode nama Hermes tersebut dihentikan pada tahun 1990-an.
Direktur badan antariksa Eropa, ESA, Jean-Jacques Dordain berulangkali menyampaikan pentingnya kemandirian Eropa dalam bidang antariksa. Keinginan Eropa untuk mengirimkan astronot dengan teknologinya sendiri juga didukung Mike Griffin, pimpinan tertinggi NASA. Langkah Eropa telah didahului China yang sukses mengirimkan wahana berawak selama dua kali, Shenzhou 5 dan 6.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |