Pembajakan Software di Indonesia Turun
Menjelang berlaku nya UU Hak Cipta 29 Juli 2003, sebuah toko yang menjual software bajakan di sebuah toko di pusat perbelanjaan Mangga Dua masih ramai dikunjungi pembeli
Rabu, 14 Mei 2008 | 16:55 WIB

JAKARTA, RABU - Tingkat pembajakan perangkat lunak (software) di Indonesia mengalami penurunan sebesar 1 persen pada 2007. Jika pada 2006 tingkat pembajakannya mencapai 85 persen, tahun 2007 turun menjadi 84 persen.

Penurunan tersebut berdasarkan survei Business Software Alliance (BSA) dan Incorporated Data Services (IDC) terhadap 108 negara di dunia sepanjang tahun 2007. Indonesia adalah salah satunya. Dari segi peringkat, Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari posisi 8 pada 2006 ke posisi 12 pada 2007.

Meskipun demikian, penurunan peringkat tersebut lebih dipengaruhi oleh keikutsertaan tiga negara baru dalam survei 2007 tersebut. "Ketiga negara tersebut adalah Yaman dengan persentase pembajakan mencapai 89 persen, Libya dengan 88 persen, dan Irak dengan 85 persen," kata Donny A Sheyoputra dari BSA Indonesia saat memaparkan hasil studi termutakhir BSA/IDC tentang pembajakan software di dunia di Menara Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu (14/5).

Donny mengatakan, penurunan tingkat pembajakan tersebut disebabkan proses penegakan hukum yang berjalan baik dengan adanya razia terhadap para pembajak. Namun, meningkatnya kuantitas penegakan hukum tersebut belum disertai dengan peningkatan kualitas penegakan hukum terkait hal itu.

Kepolisian dan kejaksaan perlu memahami secara tepat terkait penyimpangan tersebut agar proses penegakan hukum dapat dilakukan secara memadai dan tepat sasaran.

Sementara itu, menurunnya tingkat pembajakan software di Indonesia tidak disertai dengan penurunan jumlah kerugian di negara ini. Total kerugian yang dialami industri software akibat pembajakan yang mencapai 84 persen tersebut adalah senilai 411 juta dollar AS. Jumlah ini lebih besar dari kerugian tahun lalu sebesar 350 juta dollar AS. 

Meningkatnya nilai kerugian, meskipun tingkat pembajakan menurun, jelas Donny, disebabkan pada saat yang bersamaan jumlah penjualan software di Indonesia juga meningkat. Sementara, penurunan tingkat pembajakan tidak sebesar kenaikan tersebut.


SMS
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ibnu sudar @ Minggu, 18 Mei 2008 | 14:43 WIB
sekarang tidak ada alasan lagi untuk memakai cd bajakan. terutama bagi para 'intelektual'. kita harus menghargai karya orang.mungkin ada yang beralasan; untuk pendidikan. namun, dengan software bajakan, pendidikan yang diberikan adalah pendidikan untuk "tidak menghargai orang lain'.
Mr. Hologram @ Rabu, 14 Mei 2008 | 17:28 WIB
TURUN???? Rental2 cd d jogja selalu punya software2 terbaru (bajakan) full cracking, harga cm 2000.
gandrung @ Rabu, 14 Mei 2008 | 17:19 WIB
klo menurut saya itu bukan masalah penegakan hukum yang berjalan baik cuman sepertinya kita terlalu nurut dengan negara tetangga sebenarnya untuk pembajakan software masih banyak , dan dengan semakin banyaknya razia saya pribadi malah senang karena dengan itu masyarakat indonesia bisa perkembang dengan menggunkan aplikasi open source seperti linux apa lagi indonesia sendiri sudah punya linux buatan asli indonesia yang diberi nama blankon, free youor mind with linux
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort