JAKARTA, RABU - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan negosiasi penyelesaian kredit seret (Non Performing Loan) sekitar Rp3 triliun dari tujuh debitur bermasalah rampung sebelum Juni 2008.
"Negosiasi sedang berlangsung. Pola penyelesaian yaitu empat perusahaan pelunasan, dan tiga perusahaan dilakukan dengan restrukturisasi utang," kata Direktur Korporasi Mandiri, Abdul Rahman, di Jakarta, Rabu (14/5), sebagaimana dikutip dari Antara.
Hingga kuartal I 2008, rasio NPL (gross) Mandiri turun drastis dari 16,3 persen menjadi 7,2 persen dari sekitar 16,3 persen akhir 2007. Sedangkan, NPL (netto) berhasil ditekan menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 5,9 persen. "Pada prinsipnya manajemen menekankan pada kemauan nasabah dalam melunasi utangnya dan menyelesaikan kewajibannya," kata Abdul Rahman.
Bank Mandiri diketahui menjalankan konsep penyehatan kredit ini didasarkan pada prinsip bahwa utang kepada bank harus dibayar. Sementara, debitur yang beritikad baik, akan diberikan keringanan-keringanan seperti keringanan membayar cicilan bunga, denda, maupun pengurangan sebagian utang pokok
"Tujuh perusahaan dianggap memiliki itikad baik menyelesaikan kewajiban karena telah ada kemauan nasabah dalam melunasi utang dan seluruh kewajibannya," katanya tanpa bersedia merinci nasabah yang dimaksud.
Terkait kemungkinan NPL Mandiri meningkat seiring dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Abdul Rahman menjelaskan, pihaknya melakukan antisipasi dengan menjalankan program stress test bagi debitur yang dalam operasionalnya banyak menggunakan energi minyak.
"Kita bikin simulasi untuk mengetahui sejauh mana imbas kenaikan BBM termasuk kemungkinan ada kenaikan tingkat bunga antara 1 sampai 1,5 persen," ujarnya.
Nasabah yang masuk dalam simulasi hanya sekitar 20 perusahaan, yang bergerak dalam jasa transporasi, industri kimia dengan sumber bahan baku gas. "Dengan simulasi tersebut, nasabah dapat mengantisipasi bisnis dengan melakukan efisiensi sehingga cash flow (arus kas) tidak terganggu dan mampu membayar cicilan kredit atau kolektibilitasnya tidak turun," katanya.