Penerimaan Pajak Melonjak
Tiga hari sebelum batas akhir penyerahan surat pemberitahuan tahunan (SPT), para wajib pajak memenuhi kantor pajak termasuk di kantor pajak Jakarta Tebet, Jumat (28/3). Hingga 27 Maret 2008, jumlah wajib pajak perorangan yang menyerahkan SPT ke kantor pajak Jakarta Tebet berjumlah 2.646 orang.
Rabu, 14 Mei 2008 | 15:15 WIB

JAKARTA, RABU - Realisasi penerimaan pajak selama empat bulan pertama (Januari - April) 2008 mencapai Rp151,2 triliun atau naik sekitar 41,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Realisasi penerimaan pajak tanpa pajak penghasilan migas mencapai Rp151,2 triliun atau naik 41,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (14/5), sebagaimana dikutip dari Antara.
    
Menurut Darmin, jika penerimaan dari migas dimasukkan, realisasi penerimaan pajak selama empat bulan pertama itu mencapai Rp173,6 triliun, atau tumbuh 44,9 persen dibanding periode yang sama  pada 2007.
    
Darmin menyebutkan, target penerimaan pajak nonmigas empat bulan pertama mencapai Rp143,7 triliun. Jika digabung dengan migas mencapai Rp155,3 triliun.  "Jika dibandingkan dengan realisasi yang mencapai Rp173,7 triliun,  realisasinya sudah lebih tinggi sebesar Rp18,3 triliun," kata Darmin.
    
Sebelumnya untuk realisasi penerimaan hingga Maret 2008 atau selama triwulan I 2008, Direktorat Jenderal Pajak melaporkan, realisasi penerimaan netto (sudah dikurangi dengan restitusi) mencapai Rp113,53 triliun. "Realisasi itu menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 42,70 persen dibanding realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp79,56 triliun," kata Darmin Nasution.
    
Darmin menyebutkan, realisasai penerimaan pajak itu belum termasuk penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi (migas). Jika penerimaan PPh migas dimasukkan, realisasi penerimaan pajak selama Januari hingga Maret 2008 mencapai Rp127,96 triliun.
    
Sementara itu, mengenai kemungkinan adanya revisi target penerimaan pajak karena perkiraan kondisi perekonomian yang melemah, Darmin mengatakan, tidak ada rencana merevisi target penerimaan pajak. "Tidak ada, alasanya karena kita memang melakukan upaya-upaya untuk menaikkan penerimaan pajak," katanya.
   
Selain itu, katanya, saat ini dan ke depan, masih akan ada  booming sektor-sektor tertentu seperti sektor perkebunan (kelapa sawit) dan pertambangan. "Alasan lainnya adalah bahwa realisasi penerimaan pajak hingga saat ini masih bagus," kata Darmin.

 

 


XVD
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
manuputi @ Senin, 19 Mei 2008 | 11:02 WIB
Kalau orang pajak dibersihkan dari orang orang yg korup dan suka meras, dipastikan penerimaan akan lebih tinggi lagi krn kesadaran masyarakat akan kewajiban bayar pajak akan terbuka dan pajak yg masuk akan lebih baik dan sebaliknya pemnerintah wajib pula mengembalikan dalam bentuk sarana publik. jalan jalan diperbaiki( ntuh jalan udah makan korban Mas Sophaan Sophian) sekolah gratis, kesehatan gratis
wak culai @ Minggu, 18 Mei 2008 | 00:20 WIB
orang2 seperti mereka ini memang pantas mendapat kompensasi BLT, sebab dengan membayar pajak mereka ikut mensukseskan jalannya pembangunan.
Den Edy @ Kamis, 15 Mei 2008 | 19:19 WIB
iklan pajak di TV kan cuman lips service aja, terus sekarang katanya penerimaan pajak naik 44.9% , bahkan 150% bisa dicapai, cuman.... dikorup orang pajak, mudah2an orang pajak pada sadar semua demi kepentingan bangsa dan negara bukan demi kepentingan segelintir mereka aja.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort