Duit BLT Adalah...
Antrean warga pemegang kartu kompensasi BBM (KKB) penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk pencairan tahap kedua di Kantor Pos dan Giro Banjarmasin, Kalsel, Senin (30/1), berlangsung sejak pagi. BLT diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
Rabu, 14 Mei 2008 | 13:56 WIB

JAKARTA, RABU - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin akan tersedia dana untuk bantuan langsung tunai menyusul rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. "Insya Allah ada, akan kita usahakan seluruh landasan hukumnya dapat diselesaikan secepatnya," kata Menkeu seusai rapat pimpinan Depkeu di Jakarta, Rabu (14/5) sebagaimana dikutip dari Antara.
    
Namun, Menkeu tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut hasil rapat pimpinan Depkeu, termasuk rencana kenaikan harga BBM karena harus dilaporkan dulu ke sidang kabinet. "Saya harus laporkan semua ke sidang kabinet dulu, kan tidak etis kalau saya sampaikan sekarang, paling tidak besok (Kamis)," katanya.
    
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, penyiapan anggaran untuk BLT akan satu paket dengan kebijakan harga BBM. "Itu kan satu paket. Kan dalam Pasal 14 UU tentang APBNP 2008 disebutkan opsi mengenai pengendalian konsumsi itu kan terkait kebijakan fiskal lainnya. Jadi itu satu paket," katanya.
    
Menurut Anggito, APBNP 2008 menyebutkan bahwa dalam hal alokasi subsidi sudah mencapai maksimal dan proyeksi harga minyak di atas 100 dollar AS per barel,  pemerintah dapat melakukan tiga hal.
    
Tiga hal itu adalah pembatasan konsumsi, kebijakan harga BBM, dan kebijakan fiskal lainnya. "Jadi karena BLT terkait dengan kebijakan harga BBM, itu bisa tertampung menggunakan pasal 14 itu. Itu satu paket," tegasnya.
    
Sebelumnya disebut-sebut, alokasi dana untuk penyaluran BLT sekitar Rp11 triliun hingga Rp14 triliun.

 


XVD
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lenny @ Minggu, 1 Juni 2008 | 22:33 WIB
CAPEK DEH MA PemerinTah, Banyak Bo'Ongnya...
mary @ Senin, 19 Mei 2008 | 11:55 WIB
Rakyat miskin yang pengetahuannya kurang diberi uang cuma dengan mengantri saja. Ini tidak merangsang rakyat untuk keluar dari mental perbudakan.
Hanizza @ Kamis, 15 Mei 2008 | 19:26 WIB
SAMPAI KIAMAT KEMESKINAN DI INDONESIA...AKAN TERUS ADA...BAHKAN MENINGKAT...SEBAB MEREKA DIPELIHARA...UNTUK DIJADIKAN KOMODITAS POLITIK...DAN TEMPAT PEJABAT MERAIH KEUNTUNGAN
Bingung @ Kamis, 15 Mei 2008 | 15:50 WIB
Kerjasama saja sama perakitan mobil, untuk mobil pribadi bikin tuh mesin hanya bisa nyala kalau pake premix, biar si kaya kagak di subsidi lagi...!!!
hadi irawiraman @ Rabu, 14 Mei 2008 | 17:04 WIB
seperti jaman kerajaan aja...bagi-bagi duit....capeee deh...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort