Ekspor-impor Beras, Pemerintah Dinilai Plin-Plan
Rabu, 14 Mei 2008 | 12:51 WIB

JAKARTA, RABU - Pemerintah dinilai plin-plan dalam menjalankan kebijakan ekspor-impor pangan. Pada saat sebelumnya, pemerintah bisa mengatakan akan mengimpor beras, misalnya. Namun tidak lama kemudian, tiba-tiba mengumumkan akan mengekspor.

"Ini semata-mata karena harga komoditas beras di dunia sedang naik gila-gilaan. Lah, apa ini? Menurut saya, mentalnya itu maruk, serakah," ujar Guru Besar Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada Mochammad Maksum dalam acara Seminar Nasional dan Pembukaan Munas Serikat Pelajar Indonesia (SPI) di Jakarta, Rabu (14/5).

Menurut Maksum, tahun lalu, ketika harga beras global menembus angka US$ 1000 per ton, pemerintah memang semangan akan mengekspor beras, setelah dua bulan sebelumnya pemerintah amat getol mengimpor beras dan menumpuk 1,2 juta ton beras impor. Maksum sangat menyayangkan kebijakan yang diambil pemerintah dengan membuka pintu impor dan menghapus bea masuk untuk komoditi pangan. Akhirnya sekarang, pemerintah dinilai terjebak dalam ketergantungan terhadap impor. (LIN)


LIN
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort