Harga Rusunami Diusulkan Naik
Pembangunan 40 blok rumah susun di Marunda, Jakarta Utara
Rabu, 14 Mei 2008 | 12:48 WIB

Selain harga rumah, saat ini REI juga sedang mengkaji usulan kenaikan harga rumah susun sederhana milik atau rusunami. Sejumlah pengembang rusunami resah karena tingginya komponen biaya pembangunan rusunami bersubsidi untuk masyarakat menengah ke bawah.

Harga rusunami saat ini maksimum Rp 144 juta per unit. DPP REI akan mengusulkan kenaikan harga rusunami maksimum, yaitu menjadi Rp 180 juta per unit. Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat Zulfi Syarif Koto menyatakan, kenaikan harga rusunami bukan satu-satunya cara untuk menyikapi kenaikan harga bahan bangunan. Naiknya harga rusunami akan melemahkan daya beli konsumen, khususnya menengah ke bawah.

Ada sejumlah alternatif yang dapat ditempuh untuk mengerem kenaikan harga rusunami, antara lain penambahan insentif bagi pengembang dalam proses perizinan serta bantuan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, parkir, dan taman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya, memberikan keringanan biaya perizinan sebesar 50 persen untuk pembangunan rusunami sejak 2007.  Usulan kenaikan harga rumah bersubsidi, kata Zulfi, harus dikaji dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.


LKT
A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
rachman @ Senin, 19 Mei 2008 | 05:21 WIB
what i personally think,bukannya belum efective hanya saja bila perlu di pertimbangkan ulang.membeli adalah soal kemampuan bukan karena dampak satu hal,soal uang adalah masalah kesempatan mencari gitu lho.
agus @ Kamis, 15 Mei 2008 | 08:45 WIB
wah enak juga ya, jadi calo rusunami.
kebal hukum @ Rabu, 14 Mei 2008 | 17:53 WIB
wadoouw..... naik maning - naik maning...... spt noe@ bilang , gak naik aja blm bisa ke beli, lha wong DP nya aja 20% belum termasuk biaya lain2 ( /- 5% s/d 10% ) dr hrga 144jt .... trus kalo dianaikin jadi 180jt.... makin gak kebeli dech .... :-(
sigit @ Rabu, 14 Mei 2008 | 17:21 WIB
coba kalo dana BLT dijadikan beberapa rusunami, sesuai dengan azas keadilan, pastinya lebih banyak membatu rakyat kecil ( tergantung yang menjalankan deng...)
Kontraktor @ Rabu, 14 Mei 2008 | 16:33 WIB
Waduh....gak jadi beli tempat tinggal lagi neh...kalo harganya naik..BTW banyak yang beli RUSUNAMI adalah orang yang sudah memiliki rumah lebih dari satu..kalo begini sasarannya tidak akan tercapai..karena bagi yang menengah kebawah mereka akan tetap tidak punya rumah..sebenarnya harga IDR 144juta saja masih mahal buat menengah kebawah apalagi kalau dinaikkan..!!!????? mbok jangan dinaikkan..kan kasihan maosok selamanya jadi kontraktor...??!! tuh Pemerintah SBY makanya jangan naikkan BBM kasihan Rakyat mu....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile242
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort