Syaifullah Yusuf Temui Nelayan Gresik
Pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf dengan menggunakan becak diarak menuju Gelora Pantjasila, Surabaya, dalam deklarasi pencalonan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur periode 2008-2013, Minggu (17/2).
Selasa, 13 Mei 2008 | 18:48 WIB

GRESIK, SELASA - Calon wakil gubernur Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul pasangan dari calon gubernur Soekarwo Selasa (13/5) mendatangi perkampungan nelayan di Kelurahan Lumpur Gresik. Selain berdialog dengan nelayan di Bale Gede dan Bale Kambang Gresik, Gus Ipul juga menemui beberapa pekerja tempat pelelangan ikan Kelurahan Lumpur Gresik.

Intinya Gus Ipul meminta dukungan dan restu masyarakat nelayan untuk maju dalam pemilihan Gubernur mendatang mendampingi Pakde Karwo. Mantan Menteri Percepatan Pambangunan Daerah Tertinggal itu disambut Gerakan Pemuda Anshor Gresik dan masyarakat nelayan dengan antusias.

Gus Ipul sempat menyuapkan soto ke salah seorang warga di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Gresik dan memangku seorang anak. Usai memegangi ikan, ada yang menawarkan air untuk cuci tangan. "Nggak usah-usah nek ga ono sing gelem sing amis-amis ya ga ono k sing mangan iwak (Tidak perlu kalau tidak ada yang bersedia terkena bau amis ya tidak orang yang makan ikan)," katanya sebagai bentuk simpati kepada nelayan yang setiap hari bergelut dengan bau amis.

Sementara nelayan di Bale Gede Abdul Rokim yang baru tiba dari melaut mengadu ke Gus Ipul bahwa nasib nelayan makin terjepit. "Tangkapan saat ini sepi pak, apalagi kalau BBM dinaikkan. Bisa-bisa tambah sengsara nasib nelayan," kata Rokim.

Abdul Majid menambahkan saat ini harga solar di tingkat nelayan sudah dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000 padahal secara resmi pemerintah belum menaikkan. Dia menuturkan selama ini saja nelayan bisa berangkat tetapi belum tentu bisa pulang karena mahalnya bahan bakar. "Kalau bisa pulang masih pusing lagi apa yang mau dimakan. Kalau tangkapan sepi kan tidak ada penghasilan mau nggak mau ya ngutang," katanya.

Gus Ipul berharap nelayan bersabar. Dirinya juga meminta pemerintah pusat menunda dulu rencana menaikkan harga BBM. "Kami tahu, kalau BBM tidak dinaikkan APBN jeblok. Tapi kalau dinaikkan warga masyarakat yang sengsara. Nelayan mengeluh tidak terancam tidak bisa melaut kalau BBM naik," tuturnya.

Dia juga menambahkan petani juga tidak akan bisa menggarap sawah bila BBM naik sebab traktor dan mesin pompa air butuh solar. Sementara petani masih direpotkan dengan mahal dan langkanya pupuk. "Saya berharap SBY-JK menunda kenaikan harga BBM dan dicari solusi yang sama-sama menguntungkan," katanya.

Syafullah Yusuf menyatakan persoalan dan keresahan masyarakat saat ini harus dicarikan solusi. Saat ini daya beli masyarakat menurun dan banyak masyarakat yang terpukul dengan kenaikan BBM. Gus Ipul menawarkan usulan diantaranya perbaikan taraf hidup masyarakat dengan kegiatan-kegiatan produktif yang membuka kesempatan dan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga harus mengupayakan biaya pendidikan yang terjangkau dan murah serta layanan kesehatan yang proaktif.


ACI
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dulah @ Selasa, 20 Mei 2008 | 16:27 WIB
janji2 politik sih boleh2saja.tp kalo minyak dunia naik, jgnkan gubernur, presiden pun hanya sebutir pasir di hamparan padang pasir. intinya, realistis saja lah, kalo janji2 ke rakyat ya yg bener dong....hidup demokrasi!
julian @ Sabtu, 17 Mei 2008 | 00:25 WIB
he..he..he... Calon gurbernur ni yeee.... orang suci.....jadi gurbernur... bakal maju indonesia... percayalah......
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile256
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort