LIPI Mulai Terapkan Sel Bahan Bakar
Selasa, 13 Mei 2008 | 17:30 WIB

JAKARTA, SELASA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah menerapkan teknologi energi sel bahan bakar (fuel cell) berbahan bakar hidrogen dengan limbah senyawa air murni. Sel bahan bakar itu diaplikasikan pada proyek pembangkit listrik di daerah terisolir di Desa Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

Demikian dijelaskan Deputi Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jan Sopaheluwakan, Senin (12/5), di Jakarta. Penerapan teknologi energi paling mutakhir ini adalah yang pertama kali di Indonesia. Serupa dengan energi terbarukan dan energi alternatif lain, langkah komersialisasi dan menuju industri dikhawatirkan terhambat.

"Tugas pemerintah seharusnya membuka peluang pasar terlebih dahulu,” kata Jan. Menurut dia, anggaran untuk pengembangan energi ada di beberapa departemen, yaitu Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, atau Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, programnya berjalan sendiri-sendiri dan tidak pernah diarahkan membuka peluang pasar bagi energi terbarukan dan alternatif.

Sel bahan bakar di Malingping, menurut Jan, adalah proyek Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Sel tersebut merupakan sel hibrid dengan tenaga angin dan sel surya. Hasil riset diharapkan bisa direkomendasikan sebagai proyek terintegrasi antarinstansi dengan berbagai sumber energi terbarukan yang melimpah di Indonesia, termasuk biomassa.

Koordinator proyek tersebut dari LIPI, Achiar Oemry, mengatakan, aplikasi bahan bakar hidrogen dan teknologi fuel cell mampu mengatasi persoalan penyimpanan energi listrik menjadi gas hidrogen. Kapasitas pembangkit listrik berpola hibrid dari semua energi terbarukan di Malingping itu sekitar 3 kilowatt.

"Produksi hidrogennya bergantung pada faktor kelebihan produksi listrik dari sel surya dan turbin angin," kata Oemry. Di negara maju, termasuk China, hidrogen digunakan untuk bahan bakar mobil.


NAW
Sumber : KOMPAS
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
fi3 @ Sabtu, 14 Juni 2008 | 21:05 WIB
great!! kt tunggu kabar selanjutnya.......
qprett @ Senin, 26 Mei 2008 | 19:17 WIB
wahh mantebb nihh.. technology yang bersahabat ma mahluk idub.. coba jalanan jakarta semua udah make hidrogen, wuihhh.... pabrik aqua tutup, pabrik pel tambah laku, hehehe.... perlu di forward nih ke MPR/DPR
AZWIN ZAINI @ Kamis, 22 Mei 2008 | 20:49 WIB
Tidak dapat dipungkiri , negara kita kaya dengan sumber energi yang potensial . Dengan banyaknya org2 pintar yg kita miliki seharusnya kita sudah tidak terlalu tergantung dgn BBM . Tapi mereka yg memiliki dan menguasai tehnologi ini mungkin terlalu memandang dari segi komersial .Ayo dong , jgn setengah2 nyumbangkan ilmu ke negara dan bangsa yg sedang terpuruk ini .
yudi @ Rabu, 21 Mei 2008 | 15:20 WIB
buat yang banyak biar kami dari pedesaan pun dapat menikmati penerangan jangan gelap melulu.....
budy @ Rabu, 14 Mei 2008 | 12:42 WIB
iya dong pak di bikin yang banyak biar rakyat pedalaman bisa punya listrik dan lihat tv serta lihat artis2 yang cantik
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile57
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort