Hitung-hitung Biaya Hidup di Apartemen
Kenyamanan tinggal di apartemen dan kedekatan dengan pusat perkantoran menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat menengah atas dalam memilih apartemen.
Selasa, 13 Mei 2008 | 08:12 WIB

Saat membeli apartemen, selain harga yang tercantum di brosur, biasanya ada beberapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Apa sajakah itu?

1. PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah)
Yang terkena PPNBM adalah apartemen dengan luas lebih dari 150 meter persegi atau yang harganya lebih dari Rp 4 juta per meter persegi. Besarnya 20 persen dari harga apartemen.

2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Besarnya 10 persen dari harga apartemen. Pajak ini tidak ada batasannya. Berapa pun harga apartemen akan dikenai PPN.

3. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dan Bea Balik Nama
Biasanya, dua komponen pajak ini dijadikan satu, dengan jumlah 5 persen dari nilai apartemen.

Jika membeli dengan cara tunai keras, biasanya pengembang memberikan diskon sebesar 15 persen-20 persen. Sebaliknya, jika membeli dengan KPA (Kredit Pemilikian Apartemen) akan dikenai biaya asuransi yang besarnya tergantung pengembang dan bank yang memberikan KPA.

Selain itu, setiap bulan para penghuni akan dikenai biaya maintanance atau service charge. Biaya ini digunakan untuk menutupi biaya pada public area, misalnya biaya lift, listrik, dan AC di lobi. Besaran biaya servis ini tergantung luas unit apartemen yang kita miliki.

Contoh: Biaya maintanance = Rp 10.000 per meter persegi 
Luas unit apartemen = 70 meter persegi 
Biaya per unit apartemen = 70 x Rp 10.000 = Rp 700.000 per bulan

(lia)

Sumber: Tabloid Rumah



Nilai 5 A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
akbar @ Senin, 30 Juni 2008 | 14:54 WIB
Property tidak akan ada habisnya..jika ada ingin berinvestasi " Property Jawabannya " jngn bicara negative seblum bicara dg para ahlinya...Percaya deh..Sukses ya buat Kalina
bobi @ Kamis, 19 Juni 2008 | 23:53 WIB
Apa salahnya kalo punya uang lebih buat investasi,kaga rugi tuhhhhhh,apalagi uangnya bukan hasil korupsi.
peter @ Rabu, 18 Juni 2008 | 18:14 WIB
bicara mengenai biaya maintanance,biasanya bisa dilihat dari lokasi dan tempatnya. lokasi didearah thamrin misalnya sudah pasti biaya maintanancenya jauh lebih tinggi dibandingkan apartemen yg ada di kota atau slipi.
iwan @ Rabu, 18 Juni 2008 | 12:32 WIB
Waw....mkasi infonya jd nambah pengetahuan nich mkasi kompas, sebenernya bkn prestise sich hidup di apartemen tp klo kesibukan kt penuh lebih efisien tinggal di apartemen. Bisa dipertimbangkan
batman @ Senin, 9 Juni 2008 | 09:14 WIB
Pengeluaran di apartmen jauh lebih besar dari kost2an atau perumahan mewah lainnya.Untuk apa buang2 uang hanya demi prestise dan kurang pergaulan antar tetangga.Apalagi resiko gempa bumi tp aman dari tsunami n banjir tapi banyak jadi ajang tempat kumpulnya selingkuh,koruptor,narkoba dan mengkotak-kotakkan diri dari masyarakat.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile48
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort