Yang Paling Miskin Dapat Duluan
Antrean warga pemegang kartu kompensasi BBM (KKB) penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk pencairan tahap kedua di Kantor Pos dan Giro Banjarmasin, Kalsel, Senin (30/1), berlangsung sejak pagi. BLT diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
Senin, 12 Mei 2008 | 14:21 WIB

JAKARTA, SENIN - Sebanyak 3,9 juta rumah tangga sangat miskin (RTSM) merupakan kelompok pertama yang akan menerima bantuan langsung tunai (BLT) ketika harga bahan bakar minyak (BBM) naik. "Sekitar 3,9 juta RTSM merupakan kelompok yang pertama kali dapat BLT," kata Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Senin (12/5), seperti dikutip dari Antara.
   
Menurut Bayu, penyaluran BLT setelah kenaikan harga minyak akan menggunakan data yang sama yaitu rumah tangga sasaran tahun 2006 sebesar 19,1 juta rumah tangga miskin (RTM). Di dalamnya termasuk RTSM sebesar 3,9 juta kepala keluarga.
   
Sebelumnya, pemutakhiran data RTM baru akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober-Desember 2008. Sehingga, pada Januari 2009 telah diperoleh data baru RTM. Namun, ada rencana untuk mempercepat pemutakhiran itu.
   
Bayu menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia menyebabkan alokasi subsidi terutama minyak, meningkat sangat besar. Tanpa kenaikan harga BBM, subsidi BBM akan mencapai sekitar Rp250 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 70 persennya dinikmati oleh 40 persen penduduk kaya yaitu sekitar Rp175 triliun.
   
Sementara program-program untuk rakyat miskin, pangan, usaha kecil mikro (UKM), dan program-program untuk masyarakat berpendapatan rendah hanya sekitar Rp60 triliun. "Karena itu akan terjadi ketidakseimbangan yang nyata jika pemerintah tidak melakukan relokasi subsidi," kata Bayu.
   
Menurut Bayu, menjadi sangat penting untuk menjaga agar program-program penanggulangan kemiskinan dan dukungan bagi masyarakat berpendapatan rendah tetap dapat dibiayai oleh APBN. Juga penting, upaya meningkatkan dan memperluas program-program bagi masyarakat berpendapatan rendah, sekaligus menyiapkan antisipasi perkembangan situasi tidak menguntungkan lebih lanjut. "Sejak kenaikan harga minyak dunia, pemerintah sudah mempercepat pelaksanaan berbagai program," kata Bayu.
   
Ia menyebutkan, ada tiga kelompok program yang akan dilaksanakan yaitu program bantuan dan perlindungan sosial kelompok sasaran, program pemberdayaan masyarakat, dan program pemberdayaan UKM.
   
Program pertama ditujukan bagi kelompok sasaran 19,1 juta RTM. Masuk dalam program ini antara lain beras untuk rakyat miskin, program keluarga harapan, jaminan kesehatan masyarakat, dan lainnya.
   
Program pemberdayaan masyarakat merupakan program-program yang  tergabung dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM). Bentuknya berupa bantuan langsung masyarakat (BLM) Rp3 miliar per kecamatan per tahun.
   
Sementara program pemberdayaan UKM dilakukan dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan penyaluran program pendanaan kementerian atau lembaga.


XVD
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
xxx @ Rabu, 14 Mei 2008 | 08:09 WIB
Bt BLT memang bisa mengurangi kemiskinan hanya untuk beberapa hari saja????jd cb cari cara lain buat tidak mengunakan BLT sm saja buang2 uang negara ????
v Dios @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:18 WIB
BLT. Capeee. Deh...
rachmad buchari @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:17 WIB
BLT tidak akan berjalan dengan baik, karena nilai moral para penyelenggara (sebagian besar) masih KKN. Atau jangan2 salah satu cara untuk ngumpulin duit buat kampanye sebentar lagi... udahlah gak usah naikin bbm... kita sebagai rakyat kecil ikhlas kok menyumbang bbm untuk si kaya.
endang.s @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:57 WIB
BLTI hanya akal-akalan Pemerintah yang kebingungan, karena sudah tidah tahu apa yang harus dilakukan lagi untuk mengatasi kemiskinan.
ssss @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:37 WIB
BLT tidak meningkatkan tarif hidup warga miskin. Mending, pemerintah buka lapangan kerja sebanyak-banyak.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
No FORUM Data

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort