
JAKARTA, SENIN - PT Pertamina meminta masyarakat agar tidak panik karena stok bahan bakar minyak (BBM) masih mencukupi serta menyarankan masyarakat agar tidak melakukan aksi penimbunan.
"Kita minta masyarakat supaya tidak panik, jumlah BBM cukup dan tidak perlu menimbun," kata Direktur Utama PT Pertamina, Ari H. Soemarno, di Jakarta, Senin (12/5), sebagaimana dikutip dari Antara.
Ari mengatakan, hingga kini ada beberapa daerah yang cenderung mengalami rush dan kenaikan permintaan pasokan hingga 10-15 persen terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Pertamina, lanjut Ari, menekankan masyarakat agar tidak menimbun BBM. Pasalnya, tindakan itu selain merugikan juga berbahaya. "Premium mudah sekali terbakar jadi berbahaya sekali kalau disimpan di rumah," katanya.
Ari berpendapat model-model penimbunan tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar dan biasa karena kepanikan sesaat. Bahkan di Amerika Serikat pun, tindakan seperti itu kerap kali terjadi.
Secara umum, katanya, ada kecenderungan permintaan pasokan BBM meningkat di daerah-daerah. Pihaknya juga telah menerbitkan aturan kepada SPBU agar tidak melayani pembelian BBM dengan jerigen atau drum. Pertamina telah berupaya dapat memenuhi permintaan pasokan BBM meski masalah kuota kerap menjadi kendala utama.
Ari, selanjutnya, membantah bahwa stok BBM bersubsidi saat ini hanya cukup untuk konsumsi di bawah sepuluh hari saja. "Itu tidak benar, stok BBM masih sangat cukup," katanya.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |