Kepercayaan Masyarakat Makin Susut
Warga Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur, menjaring ikan di lahan sawah yang berubah menjadi telaga karena terendam luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (18/3). Sudah tiga bulan banjir menenggelamkan sawah warga sehingga banyak petani yang kehilangan pekerjaan. Untuk bertahan hidup mereka mencari ikan meskipun hasilnya tak mencukupi.
Senin, 12 Mei 2008 | 10:52 WIB

JAKARTA, SENIN - Survei konsumen Bank Indonesia pada April 2008 menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen lebih pesimistis dibanding bulan Maret dengan indeks sebesar 86,8 poin. Angka ini turun sebesar 3,1 poin.
   
Dalam survei konsumen yang dipublikasikan BI, akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Antara, makin pesimistisnya indeks kondisi ekonomi (IKE) saat ini sebesar 1,3 poin dan indeks ekspektasi konsumen (IEK) sebesar 4,9 poin merupakan faktor penyebab melemahnya IKK.
   
Survei juga mengungkapkan, menurunnya IKK tersebut disebabkan karena terjadinya penurunan pada hampir seluruh komponen pembentuk IKK, yaitu indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 2,3 poin, ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 3,2 poin, ekspektasi ekonomi sebesar 4,9 poin, dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 5,5 poin. Juga diikuti oleh optimisme yang menurun terhadap ekspektasi penghasilan sebesar 4,3 poin.
   
Survei konsumen dilaksanakan terhadap lebih kurang 4.655 rumah tangga sebagai responden (purposive random sampling) di 18 kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten.
   
Dari hasil survei ini, kota Jakarta menunjukkan IKK paling pesimistis karena hanya memperoleh 68,1 poin, sedangkan kota yang paling optimistis adalah Pontianak dengan angka 110,8 poin.
   
Sementara, IKK tahunan telah mengalami penurunan sebesar 8,9 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini ditunjukkan oleh semakin pesimistisnya konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini sehingga menyebabkan penurunan indeks sebesar 5,4 poin.  Di samping itu, juga diikuti oleh optimisme yang menurun terhadap indeks ekspektasi konsumen sebesar 12,3 poin.
   
Pada April 2008, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan 1,3 poin dibanding bulan lalu.  Penurunan terjadi karena meningkatnya pesimisme konsumen yang mendorong penurunan indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 2,3 poin dan ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 3,2 poin.
   
Dibandingkan tahun lalu, IKE mengalami penurunan 5,4 poin. Penurunan tersebut disebabkan semakin pesimistisnya konsumen terhadap ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 9,5 poin dan ketersediaan lapangan kerja sebesar 3,3 poin.
   
Penurunan optimisme responden terhadap penghasilan saat ini sebesar 3,4 poin semakin menekan IKE hingga menyentuh level 79,5.
   
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada April 2008 masih berada pada level pesimis dengan indeks sebesar 94,1 poin, menurun 4,9 poin dibanding bulan lalu. Penurunan IEK tersebut terjadi di seluruh komponen IEK, yaitu pesimisme yang semakin meningkat terhadap ekspektasi ekonomi dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja masing-masing sebesar 4,9 poin dan 5,5 poin. Di samping itu, juga diikuti oleh optimisme yang menurun terhadap ekspektasi penghasilan sebesar 4,3 poin.

 


XVD
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
No FORUM Data

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort