Citilink Siapkan Versi Baru Terbang Murah
Senin, 12 Mei 2008 | 10:43 WIB

JAKARTA, SENIN - Menjelang pemisahan Citilink (spin off) dari PT Garuda Indonesia manajemen PT Citilink Indonesia telah menyiapkan model bisnis penerbangan bertarif murah (low cost carrier) versi baru.
    
"Sejauh ini, kami sudah siapkan suatu model bisnis LCC  yang baru," kata Koordinator Citilink Garuda, Joseph A. Saul kepada Antara di Jakarta, Senin (12/5).
    
Ia mengatakan, model bisnis LCC untuk PT Citilink Indonesia telah disiapkan mulai dari konsep bisnis, strategi alat produksi, strategi jaringan, strategi distribusi dan delivery, serta strategi human capital.
    
Untuk tahap awal, pihaknya juga telah menyiapkan lima pesawat untuk operasional dan kantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. "Persiapan Citilink sudah lengkap karena rencana spin off memang sudah lama. Citilink dalam tahap awal akan mengoperasikan lima pesawat dan berbasis di Surabaya," katanya.
    
Joseph menambahkan, untuk lima tahun ke depan Citilink diharapkan akan menggunakan 30 pesawat Boeing New Generation.  Namun, untuk rencana rute penerbangan, Joseph belum dapat menginformasikan karena masih menjadi salah satu bahan bahasan.    
    
Menurut dia, kehadiran Citilink dirasakan sangat perlu pada saat ini sebagai penyedia jasa penerbangan yang aman dan terjangkau. "Pada saat harga BBM yang semakin meningkat, diperlukan kehadiran jasa penerbangan yang aman, terpercaya, dan terjangkau," katanya.
    
Citilink, sebelumnya sudah beroperasi sebagai suatu model LCC sejak tahun 2001. Namun seiring semakin berkembangnya model LCC di industri penerbangan, Citilink sebagai Strategic Business Unit (SBU) di bawah manajemen Garuda dinilai tidak bisa berkompetisi di pasar yang semakin kompetitif. "SBU Citilink di Garuda belum bisa berkembang, bahkan masih rugi," katanya.
    
Oleh karena itulah, pada awal tahun ini kemudian diputuskan untuk menghentikan operasi Citilink guna menyiapkan dan mematangkan pembentukan perusahaan baru yaitu PT Citilink Indonesia.
    
Saat ini harapan pasar terhadap bisnis penerbangan dalam segmen  penerbangan bertarif murah meningkat hingga empat kali lipat setelah ada dukungan dan deregulasi dari pemerintah. Apalagi, di tengah semakin meningkatnya jumlah permintaan penerbangan domestik yang saat ini saja telah mencapai 40 juta penumpang per tahun.


XVD
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ndok @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:18 WIB
Saya kira negara kita memang sudah saatnya memiliki maskapai berbasis LCC mengingat besarnya potensi pasar untuk jalur domestik. Kenapa kita kalah dengan Malaysia yang memiliki AirAsia? bahkan beroperasi di Indonesia....
Efrulwan @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:00 WIB
Semoga dengan menerapkan efisiensi yang tinggi, harga Citilink menjadi lebih kompetitif dan terjangkau. Saya tidak keberatan membayar sedikit lebih (kl 10%) untuk kenyamanan yang disiapkan.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16