
JAKARTA, SENIN - Menjelang pemisahan Citilink (spin off) dari PT Garuda Indonesia manajemen PT Citilink Indonesia telah menyiapkan model bisnis penerbangan bertarif murah (low cost carrier) versi baru.
"Sejauh ini, kami sudah siapkan suatu model bisnis LCC yang baru," kata Koordinator Citilink Garuda, Joseph A. Saul kepada Antara di Jakarta, Senin (12/5).
Ia mengatakan, model bisnis LCC untuk PT Citilink Indonesia telah disiapkan mulai dari konsep bisnis, strategi alat produksi, strategi jaringan, strategi distribusi dan delivery, serta strategi human capital.
Untuk tahap awal, pihaknya juga telah menyiapkan lima pesawat untuk operasional dan kantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. "Persiapan Citilink sudah lengkap karena rencana spin off memang sudah lama. Citilink dalam tahap awal akan mengoperasikan lima pesawat dan berbasis di Surabaya," katanya.
Joseph menambahkan, untuk lima tahun ke depan Citilink diharapkan akan menggunakan 30 pesawat Boeing New Generation. Namun, untuk rencana rute penerbangan, Joseph belum dapat menginformasikan karena masih menjadi salah satu bahan bahasan.
Menurut dia, kehadiran Citilink dirasakan sangat perlu pada saat ini sebagai penyedia jasa penerbangan yang aman dan terjangkau. "Pada saat harga BBM yang semakin meningkat, diperlukan kehadiran jasa penerbangan yang aman, terpercaya, dan terjangkau," katanya.
Citilink, sebelumnya sudah beroperasi sebagai suatu model LCC sejak tahun 2001. Namun seiring semakin berkembangnya model LCC di industri penerbangan, Citilink sebagai Strategic Business Unit (SBU) di bawah manajemen Garuda dinilai tidak bisa berkompetisi di pasar yang semakin kompetitif. "SBU Citilink di Garuda belum bisa berkembang, bahkan masih rugi," katanya.
Oleh karena itulah, pada awal tahun ini kemudian diputuskan untuk menghentikan operasi Citilink guna menyiapkan dan mematangkan pembentukan perusahaan baru yaitu PT Citilink Indonesia.
Saat ini harapan pasar terhadap bisnis penerbangan dalam segmen penerbangan bertarif murah meningkat hingga empat kali lipat setelah ada dukungan dan deregulasi dari pemerintah. Apalagi, di tengah semakin meningkatnya jumlah permintaan penerbangan domestik yang saat ini saja telah mencapai 40 juta penumpang per tahun.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |