Awas, 'Bola Panas' Kenaikan BBM!
Puluhan truk dan kendaraan roda empat lainnya antre di SPBU di Jalan S Parman Banjarmasin, Kalsel untuk membeli minyak solar, Rabu (16/1). Antrean panjang ini terjadi akibat menghilangnya pasokan solar di SPBU-SPBU di Kalsel sejak tadi malam.
Senin, 12 Mei 2008 | 06:47 WIB

PALU, SENIN - "Waspadai 'bola panas' kenaikan harga bahan bakar minyak," ujar pemerhati ekonomi Universitas Tadulako, Mohammad Nofal Launa.

"Masalahnya, inflasi akan meningkat tajam sehingga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat," kata staf pengajar fakultas ekonomi ini. Menurut dia, kenaikan harga BBM itu akan mendorong kenaikan harga barang di pasaran karena meningkatnya biaya produksi. Kemudian, jumlah penduduk miskin dipastikan akan meningkat tajam akibat terjadi penurunan daya beli yang luar biasa. Bila kekecewaan itu terakumulasi, dapat meningkatkan angka kriminalitas hingga mengancam kondisi stabilitas nasional karena maraknya aksi unjuk rasa.
   
"Saya belum bisa memperkirakan besaran inflasi yang terjadi nanti sebab sangat banyak faktor yang perlu dihitung. Yang pasti, inflasi riil akan sangat besar dan merata terjadi di dalam negeri," katanya.
   
Mohammad Nofal juga mengatakan, kenaikan harga BBM akan memengaruhi pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.  "Jika pemerintah pada tahun 2008 menargetkan pertumbuan 6,4 persen, bisa jadi realisasinya kurang dari lima persen," katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (12/5).
   
Masalahnya, lanjut dia, kenaikan harga BBM akan memengaruhi target pencapaian pembangunan dalam banyak sektor sebab sektor riil stagnan karena melakukan pengetatan akibat penggunaan energi yang mahal.
   
Menjawab pertanyaan soal solusi yang dilakukan pemerintah dalam mempertahankan daya beli masyarakat miskin dengan meluncurkan kembali program bantuan langsung tunai (BLT) Rp 100.000 per bulan per keluarga, Nofal mengatakan,"Tidak banyak membantu".
   
Persoalannya, pengucuran BLT itu hanya bermain pada tataran perbaikan sementara daya beli sebagian rakyat. Menurutnya, BLT dilakukan melalui penataan sistem yang bisa menggerakkan perkembangan sektor riil agar berjalan normal.
   
Apalagi, lanjut dia, pelaksanaan BLT pada tahun-tahun sebelumnya banyak menimbulkan masalah akibat ketidakakuratan aparatur pemerintah dalam melakukan pendataan bagi mereka yang benar-benar harus dibantu. "Saya kira yang perlu dilakukan pemerintah menyikapi kebijakannya menaikkan harga BBM itu selain terus mendorong efisiensi besar-besaran di semua sektor guna mempertahankan APBN, juga yang harus dilakukan ialah menjaga agregat suplai dan demand melalui penerapan kebijakan fiskal yang fleksibel agar sektor riil dan investasi tetap eksis," katanya.
 

 


XVD
Share on Facebook
A A A
Ada 21 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
amin @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:50 WIB
indonesia memang negara besar dan sumber alam jang menlimpah.sayang negeri ini diurus penjabat jg korup dari sabang sampai maroeke.hanya untuk kepengtingan pribadi
hudash @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:04 WIB
Bro.....!!!! marilah kita coba berpikir sebagai orang yang berkuasa, cari duit yang gampang kan menaikkan harga jual maka langsung dapat duitnya. Kalau mesti mencari pencuri2 produksi minyak supaya jumlah produksi minyak Indonesia jadi naik itu kan susah dan lama, dan ujung2-nya setoran ke kantong anne jadi kurang; makanya produksi DN di export dan untuk kebutuhan DN di-import - dengan begitu produksi minyak yang dimaling kan jadi nggak ketahuan !!!!!. ha..ha..ha..ha..ha.ha..ha Mimpi jadi Penguasa buat ngisepin darah rakyat !!!!!!.
keloko @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:01 WIB
indonesia memang negara yg besar, dan d dlm nya terdapat jg manusia yg paling BODOH..
madrumo @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:24 WIB
waduh bingung harus mulai dari mana komentarnya! Pusing 7 keliling!
menix @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:03 WIB
Pemerintah sah-sah saja menaikkan BBM,lha wong emang harga minyak dunia selangit..tapi ya mestinya diikuti oleh penghematan dari sisi pemerintah juga dong,jangan rakyat aja yang mesti banyak berhemat,tunjukkan tuh sama rakyat kalo pemerintah bisa memangkas biaya-biaya yang nggak penting,contohnya tunjangan pejabat yang selangit,belum lagi anggota DPR yang tercinta,ngaca dong,kita ini negara miskin lho....jangan belagak banyak duit.githuuuu....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
17