
SLAWI, MINGGU- Sejumlah nelayan di Kabupaten dan Kota Tegal, Jawa Tengah, menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM hanya akan membuat kondisi nelayan kian terpuruk. Pasalnya, tidak ada jaminan bahwa kenaikan harga BBM juga d iikuti kenaikan harga ikan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Warnadi, Minggu (11/5), mengatakan, nelayan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Selama ini, mereka sudah terbebani tingginya biaya perbekalan. Selain itu, hasil tangkapan juga ter us menurun, sehingga menyebabkan jarak tempuh semakin jauh.
Dengan adanya kenaikan harga BBM, daya beli masyarakat akan turun, sehingga harga ikan juga turun. Hal itu akan membuat kehidupan nelayan kian terpuruk. Kenaikan harga BBM juga dapat menimbulkan kesulitan usaha pada sejumlah industri, sehingga muncul banyak PHK.
Para buruh yang ter-PHK akan lari menjadi buruh nelayan, sehingga menambah jumlah nelayan. Padahal dengan jumlah nelayan yang ada saat ini, hasil tangkapan sudah sedikit, akibat terjadinya over fishing.
Oleh karena itu, nelayan menolak kenaikan harga BBM, apabila tidak ada jaminan kenaikan harga ikan. Selama ini, pemerintah tidak pernah mengurusi harga ikan. Harga ikan sepenuhnya ditentukan mekanisme lelang di pasar.
Penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM juga disampaikan sejumlah nelayan tradisional di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Purwanto (33), nelayan di Kelurahan Muarareja mengatakan, saat ini nelayan sudah tidak mampu menggunakan solar, sehingga terpaksa menggunakan minyak tanah. Apabila harga BBM kembali dinaikkan, mereka akan semakin kesulitan.

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |