Di Malaysia, Sains Diajarkan dalam Bahasa Inggris
Sabtu, 10 Mei 2008 | 13:00 WIB

JAKARTA, SABTU - Pelajaran sains di Malaysia selalu diajarkan dengan bahasa Inggris agar ilmunya bisa diserap langsung. Hal ini disampaikan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di sela-sela acara Wisuda Universitas Pancasila Semester Gasal 2007/2008 di Jakarta, Sabtu (10/5). Keputusan ini, kata Mahathir, diambil berdasarkan kajian secara berkesinambungan terhadap suatu sistem pendidikan yang berlaku.

"Kami senantiasa mengkaji semata apa yang dilakukan berhasil atau tidak. Ini penting, kita tidak boleh menganggap satu sistem saja yang bisa membawa kemajuan karena keadaan selalu berubah dan pendidikan harus menyesuaikan," ujar Mahathir.

Mahathir mengatakan, saat ini Pemerintah Malaysia sedang menekankan pendidikan pada ilmu pengetahuan alam (ilmu sains) dan matematika. Untuk menyesuaikan dengan ilmu-ilmu baru, suatu individu, kelompok, atau negara harus belajar dari sumber pendidikan tersebut. "Ilmu yang modern dan baru datang dalam bahasa Inggris. Kita juga harus belajar seperti Eropa. Pada abad ke-15 mereka ketinggalan ilmu dan harus belajar bahasa Arab untuk mengenal ilmu sains, juga seperti Arab yang harus belajar bahasa Yunani untuk mengenal ilmu sebelumnya," tambah pria kelahiran Kedah, 83 tahun silam.

Memang banyak tentangan yang datang, menurut Mahathir. Salah satunya dari kaum nasionalis yang memiliki pemikiran yang terlalu sempit. Namun, jika merujuk pada pentingnya pendidikan bagi suatu bangsa, hal ini harus ditempuh untuk berkembang. "Ini bukan soal nasionalisme. Sebab itu Pemerintah Malaysia membuat keputusan menggunakan bahasa Inggris hanya dalam matematika dan aains," tandasnya.


LIN
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lets_love87 @ Kamis, 30 April 2009 | 15:17 WIB
makanya indonesia jangan bicara politik melulu,,,gak ada guna.para politikus saling mencurigai.bilang tu para politik sono bicara b.inggris pasti banyak yang gak pasih.,,air yang di hulu itu harus bersih,,supaya masyarakat yang di bawah jangan menderita
olien @ Rabu, 28 Mei 2008 | 11:21 WIB
negara kita juga sudah mulai menerapkan hal yang sama dengan semakin menjamurnya sekolah yang menawarkan kurikulum internasional. namun harus diakui bahwa hal tersebut tidaklah sesederhana yang dibayangkan, kualitas tenaga pendidik dan ketersediaan fasilitas wajib lebih ditingkatkan agar pendidikan tidak menjadi bisnis semata.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25