
TOKYO,JUMAT - Bursa regional mayortias berada di jalur merah, pada awal perdagangan Jumat Saham-saham Jepang melemah pada awal perdagangan Jumat (9/5). Meski bursa saham Amerika Serikat, Wall Street pada penutupan Kamis (8/5) waktu setempat, berhasil menguat.
Di pasar saham Jepang, para investor fokus pada laporan laba Toyota Motor yang mengecewakan dan menguatnya yen, serta mengabaikan dukungan positif dari Wall Street. Pada pukul 9:21 waktu setempat (0021 GMT), indeks Nikkei-225 turun 76,25 poin atau 0,6 persen pada 13.867,01. Indeks Topix turun 9,27 poin atau 0,7 persen menjadi 1.363,68. Kemudian di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka turun 66,36 poin (0,26 persen) menjadi 25.383,43.
Demikian juga saham-saham Korea Selatan yang melemah pada awal perdagangan Jumat, setelah harga minyak menembus 124 dollar AS per barrel tadi malam, memicu kekhawatiran tentang inflasi dan ekonomi. Pada pukul 9:28 waktu setempat (0028 GMT), indeks KOSPI turun 11,19 poin atau 0,6 persen pada 1.836,81.
Situasi ini diikuti saham-saham Singapura yang dibuka turun. Pada pukul 9:02 waktu setempat (0102 GMT), indeks Straits Times turun 9,51 poin atau 0,3 persen pada 3.162,37.
Tingginya harga minyak memicu kehkawatiran inflasi dan naiknya harga pangan. Kenaikan inflasi dapat mendorong pelemahan pertumbuhan ekonomi dan para analis percaya kenaikan harga pangan dan energi akan terus berlanjut. "Saya tidak melihat sesuatu yang dapat membawa harga komoditi turun," kata Jim Rogers, salah satu pendiri the Quantum Fund, sebuah hedge fund global yang dirikan Rogers dan miliarder George Soros pada 1970.
Rogers seperti dikutip Thomas financial, yakin harga minyak dan panagn akan terus naik karena kuatnya permintaan dan ketatnya pasokan. "Tidak banyak ladang minyak ditemukan dalam beberapa tahun terakhir ini dan luas lahan untuk tanaman pangan menurun," kata dia.
Sementara indeks All Ordinaries, Australia berhasil mengikuti saham-saham Wall Street, dengan naik 61,50 poin (1,06 persen) menjadi 5.862,40. (ANT)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |