Waah! Minyak Tembus 124 Dollar AS
Rig Minyak Venezuela
Video
Jumat, 9 Mei 2008 | 08:09 WIB

NEW YORK, KAMIS - Minyak terus mengamuk. Harga emas hitam ini kembali membuat rekor baru dengan menembus posisi 124 dollar AS per barrel pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, Kamis (8/5) waktu setempat.

Minyak jenis light sweet pengiriman Juni ditutup naik 123,69 dollar AS per barrel setelah menyentuh 124,61 dollar AS. Di ICE Futures exchange, London, minyak jenis Brent ditutup pada 122,84 dollar AS per barrel.

Menurut analis, volume yang rendah membuat harga mudah didorong ke level tinggi. “Bagiku ini seperti pembelian oleh komputer," kata Linda Rafield, analis minyak senior Platts.Beberapa investor menggunakan software komputer untuk membeli secara otomatis saat harga minyak menyentuh level tertentu. Rekor terbaru harga minyak tersebut kemungkinan dipicu oleh perintah pembelian komputer. "Tidak ada berita fundamental yang membuat pasar bergerak seperti ini," katanya.

Menurut Rafield, momentum bullish dan ekspetasi bahwa dollar akan terus melemah terhadap mata uang utama dunia, termasuk euro, sepertinya akan terus mendorong minyak menciptakan rekor harga baru.  
Sementara itu, Sekjen Organisasi Negara Pengekspor minyak (OPEC) Abdalla Salem El-Badri kembali menegaskan bahwa tidak ada kekurangan pasokan minyak di pasar, karena itu kartel ini tidak akan menaikkan produksi minyak untuk mengguyur pasar.


EDJ
Sumber : AP
Share on Facebook
A A A
Ada 11 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
andy @ Jumat, 9 Mei 2008 | 11:38 WIB
emangnya mau enak2an aja jadi pemerintah?makan gaji buta?nah..yang disini ini kelihatan kinerja kalian...sukses apa tidak...kalo gak sanggup, check out aja dah...sungguh memalukan...
endah @ Jumat, 9 Mei 2008 | 10:27 WIB
Mau naik 124 dollar AS kek, 130 kek, saya gak mau tahu...... Yg kumau tau rakyat INDONESIA tetap bisa makan enak, tidur nyenyak!!!!!!!
dio @ Jumat, 9 Mei 2008 | 10:13 WIB
Merdeka!! Indonesia......
oka @ Jumat, 9 Mei 2008 | 09:41 WIB
Buah simalakama..BBM naik, Pengusaha aman Rakyat miskin terancam..BBM gak naik Rupiah terancam..itulah klo punya pemerintah gampang terdikte..itulah klo punya pemimpin yang gak visioner gak punya kemampuan strategis makro.. Artinya, masalah utama bukan pada harga BBM, mau harga murah pun ekonomi gak akan melaju..Masalah ada pada infrastruktur transportasi
dytia @ Jumat, 9 Mei 2008 | 09:37 WIB
sepertinya rakyat smakin terjepit dgn kondisi ekonomi yang tidak bs terjangkau lg..... sedih teramat sedih melihat kondisi indonesia saat ini, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin terpuruk, qt hanya bisa brusaha dan berikhtiar untuk bisa bertahan hidup.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16