Organda Bandar Lampung Keberatan Dengan Kenaikan harga BBM
Kamis, 8 Mei 2008 | 20:07 WIB

 

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Organisasi Angkutan Darat Bandar Lampung keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga dipastikan membuat bangkrut pengusaha angkutan dan memberatkan pengguna jasa angkutan.

Ketua Harian Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bandar Lampung Mirwan Karim, Kamis (8/5) mengatakan, sejak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2005, angkutan kota Bandar Lampung terpukul dengan membeludaknya jumlah sepeda motor. "Para pengguna jasa angkutan memilih memiliki sepeda motor untuk menghemat biaya tarnsportasi, " kata Mirwan.

Dampak lebih lanjut, dari 2.500 unit angkutan kota yang beroperasi sebelum kenaikan harga BBM 2005, sampai sekarang tinggal 2.000 unit yang beroperasi. Tingkat operasional tidak disertai dengan penuhnya jumlah penumpang pemakai jasa.

Tingkat load factor atau tingkat terisinya kendaraan oleh penumpang ikut turun menjadi hanya 30 persen dari semula 70 persen. Hal tersebut berdampak pada turunnya pendapatan pengusaha angkutan.

Kendati demikian, untuk mendongkrak pendapatan, Organda Bandar Lampung tidak bisa seenaknya mengurangi jumlah angkutan kota di setiap trayek. "Mobil angkutan kota akan berkurang dengan sendirinya apabila trayek sudah penuh atau izin operasi habis, " kata Mirwan.

Menjelang kenaikan harga BBM, Organda Bandar Lampung mengajak Pemkot Bandar Lampung untuk duduk bersama berbicara dan mencari solusi dampak kenaikan harga BBM terhadap usaha angkutan. Organda Ba ndar Lampung memastikan, kenaikan harga BBM premium hingga 30 persen akan menaikkan tarif angkutan kota sebesar 50 persen. Sehingga tarif angkutan yang semula Rp 2.000 per penumpang akan naik menjadi Rp 4.000 per penumpang. "Kenaikan itu jelas akan memberatkan pengusaha dan pengguna jasa, " katanya.


 

 

 

 


Helena Fransisca
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile3
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort