Pasokan Premium Sejumlah SPBU Dikurangi di Rembang
Kamis, 8 Mei 2008 | 19:05 WIB

 

REMBANG, KAMIS - Pasokan premium sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum atau SPBU di Kabupaten Rembang dikurangi. Akibatnya sejumlah SPBU menutup stasiun pengisian premium karena kehabisan stok.

Azis (35), pengawas SPBU 44.59208 Ngotet, kota Rembang, Kamis (8/5), mengatakan pasokan premium di SPBU yang dikelolanya dikurangi sejak seminggu lalu. Biasanya, PT Pertamina memasok premium 24.000 liter, tetapi sekarang hanya 16.000 liter.

Padahal, SPBU Ngotet rata-rata menjual premium sebanyak 16.000 liter per hari. Jika dipasok dalam jumlah sama, SPBU Ngotet tidak mempunyai persediaan atau stok premium.  

"Hal itu mengakibatkan stasiun pengisian premium tutup lebih awal jika premium habis kurang dari 24 jam, " kata Azis.

Dalam seminggu, stasiun pengisian premium SPBU yang terletak di Jalan Raya Rembang-Blora itu sudah empat kali tutup lebih awal. Kamis (8/5) sekitar pukul 06.30, dua stasiun pengisian premium tidak dapat melayani pelanggan karena belum mendapat pasokan.

Pengelola SPBU terpaksa memasang tanda pengumuman bensin habis di halaman SPBU itu. Sejumlah pedagang eceran yang datang membawa jeriken lebih memilih menunggu kedatangan pasokan dari PT Pertamina.

Menurut Azis, jika kejadian itu terus berulang, lama-lama SPBU itu bisa ditinggalkan pelanggan. Untuk itu, manajemen SPBU Ngotet berharap agar PT Pertamina memasok premium seperti semula.

Hal serupa juga dialami SPBU 44.59212 Tasiksono, Kecamatan Lasem. Beberapa waktu lalu, SPBU yang terletak di Jalan Raya Lasem-Bonang itu terpaksa menutup stasiun pengisian premium karena belum mendapat pasokan dari PT Pertamina.

Jazuli (27), pengawas SPBU Tasiksono, mengatakan hal itu bukan akibat pengurangan pasokan melainkan keterlambatan pengiriman permintaan. Permintaan yang seharusnya dipenuhi hari ini baru dikirim pada hari berikutnya. "Jika stok habis, kami ya terpaksa menutup stasiun pengisian premium hingga kiriman datang, " kata dia.

Untuk mencegah pasokan babis dan penimbunan premium, SPBU-SPBU itu membatasi pembelian dengan jeriken. SPBU Ngotet hanya memperbolehkan para pengecer membeli satu jeriken kapasitas 20-30 liter per hari, sedang SPBU Tasiksono menerapkan pembatasan maksimal dua jeriken per hari.

Operator kami sudah mengenali pelanggan-pelanggan yang membeli premium dengan jeriken, sehingga para pelanggan yang datang beberapa kali dapat diketahui, kata Jazuli menanggapi aksi pedagang pengecer yang bolak-balik membeli premium.

 


Alb. Hendriyo Widi Ismanto
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile4
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort